KTP Penerima Bansos Diduga Dipakai untuk Judol, Gus Ipul: Sedang Kami Dalami

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 2 September 2026 – 20:25 WIB

Kemensos mendalami data penerima bansos yang terindikasi judol, termasuk lansia di Pekalongan. Gus Ipul memastikan bansos tetap disalurkan jika memenuhi kriteria.

Kemensos mendalami data penerima bansos yang terindikasi judol, termasuk lansia di Pekalongan. Gus Ipul memastikan bansos tetap disalurkan jika memenuhi kriteria.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Sosial (Kemensos) mendalami data penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terkait aktivitas judi online (judol), termasuk warga lanjut usia (lansia) di Pekalongan, Jawa Tengah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, terdapat fenomena penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) penerima bansos oleh pihak lain untuk berbagai aktivitas. Penggunaan identitas tersebut kemudian teridentifikasi dalam proses pemutakhiran data, termasuk sebagai indikasi aktivitas judi online.

“Sekarang kita dalami itu, ada fenomena KTP-KTP menerima bansos dimanfaatkan dan digunakan orang lain untuk membuat akun. Untuk membeli motor atau untuk membeli aset-aset yang lain termasuk untuk langganan listrik. Jadi ini sedang kita pastikan semua,” jelas Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Menurut Gus Ipul, kondisi tersebut berpotensi membuat keluarga yang sebenarnya tergolong prasejahtera justru terindikasi tidak memenuhi kriteria penerima bansos.

Selain penggunaan identitas oleh pihak lain, aktivitas judol juga dapat dilakukan oleh anggota keluarga penerima bansos. Karena itu, Kemensos perlu memastikan pihak yang sebenarnya melakukan aktivitas tersebut sebelum menentukan status bantuan.

“Ada misalnya keluarga yang tidak mampu, tertolak (bansos) karena KTP-nya dimanfaatkan oleh orang lain. Kedua ada juga fenomena yang main judol itu bukan orang tuanya, tapi anaknya atau keluarganya,” kata Gus Ipul.

Data Penerima Bansos Terus Didalami

Gus Ipul mengatakan Kemensos saat ini melakukan pendalaman dan perbaikan data untuk memastikan kondisi sebenarnya dari penerima bansos.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang memang membutuhkan bantuan tidak kehilangan haknya hanya karena identitas mereka digunakan pihak lain atau aktivitas judol dilakukan oleh anggota keluarganya.

“Jadi kalau ada lansia, kemudian mungkin keluarga yang sangat tidak mampu, tapi tidak menerima bansos karena terindikasi judol. Itu mungkin dimanfaatkan oleh keluarganya atau oleh orang lain. Untuk yang seperti ini sedang kita perbaiki, sedang kita dalami,” ujar Gus Ipul.

Dia menegaskan, status penerima bansos akan tetap diberikan apabila hasil verifikasi menunjukkan warga tersebut masih memenuhi kriteria.

“Tentu jika memenuhi kriteria, bansosnya akan tetap kita salurkan,” pungkasnya.

Lansia Pekalongan Bansos Terhenti

Sebelumnya, pasangan lansia warga Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tidak lagi menerima bansos setelah data mereka terindikasi terkait aktivitas judi online.

Padahal, pasangan tersebut mengaku tidak memiliki telepon seluler. Mereka sebelumnya tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan menerima bansos sebesar Rp600 ribu setiap tiga bulan.

Namun, bantuan tersebut terhenti sejak awal 2026. Di sisi lain, kondisi ekonomi pasangan lansia tersebut tergolong kurang mampu dan mereka masih tercatat dalam desil 1 DTSEN, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang