Ibunda Lady Nayoan Meninggal, Sempat Bertahan 3 Tahun Melawan Kanker

Icon_INILAH GOLD.png

Rabu, 26 Agustus 2026 – 05:28 WIB

Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett saat ditemui di rumah duka Adian Nasonang Raya, Mustika Jaya, Bekasi, Selasa (25/8/2026). (Foto: Inilah.com/ Nuzulur Rakhmah).

Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett saat ditemui di rumah duka Adian Nasonang Raya, Mustika Jaya, Bekasi, Selasa (25/8/2026). (Foto: Inilah.com/ Nuzulur Rakhmah).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kabar duka datang dari keluarga artis Lady Nayoan. Sang ibunda, Rima Sania Pontoh, meninggal dunia pada Senin (24/8/2026) pukul 19.23 WIB setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker selama tiga tahun terakhir.

Lady mengungkapkan kondisi kesehatan ibunya memang terus menurun dalam sebulan terakhir hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di usia 54 tahun 11 bulan. Rima disebut seharusnya merayakan ulang tahun ke-55 pada bulan depan.

“Sebenarnya memang dari 2023 sakit. Puji Tuhan Mama bisa bertahan sampai sekarang 2026. Tapi memang sebulan terakhir ini kesehatan mama menurun sampai akhirnya kemarin jam 19.23 malam mama mengembuskan napas terakhirnya,” ujar Lady saat ditemui di rumah duka Adian Nasonang Raya, Mustika Jaya, Bekasi, Selasa (25/8/2026).

Berawal dari Batu Ginjal, Berujung Kanker

Lady menceritakan perjuangan sang ibu melawan penyakit bermula dari batu ginjal yang ternyata telah lama diderita. Kondisi tersebut kemudian berkembang hingga membuat Rima harus menjalani operasi besar pada 2023.

Saat itu, dokter mengangkat ginjal kanan Rima sehingga ia harus menjalani hidup dengan satu ginjal. Meski demikian, Lady menyebut ibunya tetap menjalani aktivitas dengan semangat tinggi dan tidak pernah menyerah pada kondisi kesehatannya.

“Jadi Mama dari 2023 hidup dengan satu ginjal, tapi ginjalnya sehat. Mamaku itu bisa dibilang mukjizat ya,” tutur Lady.

Setelah operasi, Rima juga menjalani pengobatan intensif berupa 14 kali kemoterapi dan 33 kali radioterapi untuk melawan kanker yang dideritanya.

Menurut Lady, efek samping pengobatan tidak menghilangkan semangat hidup sang ibu. Rambut Rima memang mengalami kerontokan, tetapi ia tetap menjalani hari-harinya dengan optimistis.

“Kemo 14 kali dan 33 kali radiasi, rambutnya hanya rontok tapi enggak botak. Benar-benar semangat hidupnya tinggi banget kayak orang enggak sakit,” katanya.

Kondisi Memburuk pada 2026

Memasuki 2026, kondisi kesehatan Rima kembali menurun. Lady menjelaskan ibunya sempat menjalani tindakan medis pada kandung kemih, tetapi penyakit tersebut kembali kambuh dan memengaruhi fungsi ginjal yang tersisa.

Gangguan pada saluran kemih menyebabkan cairan kembali naik ke ginjal sehingga merusak organ yang menjadi satu-satunya ginjal yang masih berfungsi.

“Begitu gagal, ya mulai menurun karena saluran kemihnya enggak lancar, cairannya naik ke ginjal, merusak ginjal yang tinggal satu itu,” ungkap Lady.

Meski sempat merasa lelah menjalani pengobatan, Lady mengenang ibunya sebagai sosok yang tidak pernah kehilangan semangat hingga akhir hayat.

Meninggalkan Lima Anak dan Tiga Cucu

Kepergian Rima Sania Pontoh meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ia meninggalkan lima anak, yang terdiri dari tiga anak kandung dan dua anak sambung, serta tiga cucu.

Jenazah Rima disemayamkan di rumah duka Adian Nasonang Raya, Mustika Jaya, Bekasi. Rencananya, ia akan dimakamkan pada Kamis (27/8/2026) di pemakaman keluarga di kawasan Bambu Apus.

Bagi Lady Nayoan, sosok sang ibu akan selalu dikenang sebagai pribadi yang kuat dan penuh semangat. Perjuangan Rima melawan kanker selama tiga tahun terakhir menjadi warisan keteguhan hati yang akan terus dikenang oleh keluarga.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang