Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pernah meniupkan harapan, Persija bisa memberikan kado istimewa berupa gelar juara di momen ulang tahun ke-500 Kota Jakarta.
Namun jauh sebelum pernyataan tersebut terlontar, manajemen dan tim pelatih sudah paham betul betapa pentingnya musim 2026-2027 bagi warga Jakarta.
“Saya ingin merasakan juara liga dan sekaligus adalah kado 500 tahun buat Jakarta. Persija ini membawa nama Jakarta, dan menjadi sebuah kebanggaan kalau kemudian prestasi Persija itu seperti yang menjadi harapan masyarakat Jakarta,” kata Pramono pada 10 Agustus 2026 lalu
Akan sangat menyakitkan jika di momen peringatan lima abad usia Jakarta, gelar juara harus kembali melayang. Luka yang menganga rasanya tertabur garam, apabila trofi Super League harus jatuh kembali ke tangan rival bebuyutan, Persib Bandung.
Oleh karena itu, Persija lantas benar-benar berbenah seusai gagal tampil meyakinkan di Piala Presiden 2026.
Agenda pramusim di Bangkok, Thailand menjadi penyejuk Jakmania bahwa tim kesayangannya tidak ingin sekadar meramaikan persaingan di Super League musim ini. Dua laga, dua kemenangan, pelatih Persija, Shin Tae-yong kini tersenyum lebar.
Di bawah tangan dingin arsitek asal Korea Selatan tersebut, Macan Kemayoran tak hanya memoles fisik, tetapi juga membentuk ulang mentalitas juara yang sudah lama dirindukan publik ibu kota.
Persija menerkam dua tim asal Negeri Gajah Putih, Police Tero FC dan Chiangrai United dengan skor identik 2-1. Tak hanya soal papan skor, Shin Tae-yong menyebut permainan anak asuhnya sudah sangat meningkat.
Shin Tae-yong tidak ingin performa tersebut berhenti di pramusim. Mantan pelatih Timnas Indonesia ini ingin hasil memuaskan tersebut mampu terbawa ke kompetisi sesungguhnya,
“Performa tim sangat bagus. Timing operan pemain, tempo permainan, hampir seluruhnya memuaskan. Saat ini kondisi pemain sepertinya yang paling penting. Lalu sepak bola yang ingin kami mainkan, timing operan, kemudian stamina dasar pemain untuk berlari 90 menit,” kata Shin Tae-yong pada rilis klub.
“Lalu line-up, jarak antarlini, hal-hal seperti itu secara keseluruhan harus kami bentuk dan bawa sampai ke pertandingan Super League,” bebernya lagi.
Jauh hari sebelum berangkat ke Bangkok, manajemen Persija juga sudah membuktikan keseriusan menatap musim baru. Aktivitas selama jeda musim menunjukkan klub tidak ingin tinggal diam setelah puasa gelar sejak tahun 2018 dan menyaksikan dominasi Persib dalam tiga musim ke belakang.
Penunjukan Shin Tae-yong sebagai nakhoda anyar memang menuai pro dan kontra. Terlebih jika melihat rekam jejaknya jika menangani tim di level klub setelah tidak lagi menukangi Timnas Indonesia.
Namun indikator lain seperti pemahaman Shin Tae-yong yang sudah khatam sepak bola Tanah Air menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Presiden Persija, Mohamad Prapanca menilai Shin Tae-yong memiliki visi yang sejalan dengan klub.
Bukan sekadar isapan jempol, pasalnya Shin Tae-yong kerap menjadikan Persija sebagai penyumbang pemain terbanyak ke skuad Timnas Indonesia, terutama di level kelompok umur.
“Shin Tae-yong adalah pelatih yang memiliki kompetensi, pengalaman dan visi yang sesuai dengan arah Persija. Kami memilih sosok yang tidak hanya memiliki kualitas teknis dan taktis, tetapi juga kemampuan membangun mentalitas pemenang dalam tim,” tutur Prapanca pada konferensi pers pengenalan Shin Tae-yong sebagai pelatih anyar awal Juni 2026 silam.
Di luar kecenderungannya merekrut mantan anak didiknya di Timnas Indonesia seperti Pratama Arhan dan Nadeo Argawinata, Shin Tae-yong juga memiliki kecenderungan meracik komposisi pemain asing yang saling melengkapi satu sama lain.
Para pemain dari Eropa Timur seperti Denis Kolinger (Kroasia), Radovan Pankov (Serbia), Karim Memija, hingga Stjepan Loncar (Bosnia Herzegovina) menawarkan atribut berupa aspek fisik mumpuni.
Sementara pemain Brasil peninggalan pelatih sebelumnya seperti Fabio Calonego dan Gustavo Almeida menawarkan aspek teknik individu. Sementara Kyohei Yoshino, talenta Jepang yang serba bisa menawarkan opsi taktis bagi variasi permainan.
Di lini depan, kehadiran Alexander Jeremejeff yang memiliki postur nyaris dua meter bisa membantu variasi serangan via bola udara jika tim menemui kebuntuan.
Singkatnya, Persija memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk menjadi penantang serius gelar juara Super League musim ini. Berbagai aspek dari mulai komposisi pemain asing, penggawa Timnas Indonesia yang sudah paham apa yang diinginkan pelatih hingga hasil positif selama pramusim di Thailand menjadi bekal berharga dalam mengusung misi menyudahi paceklik gelar.













