Subsidi Motor Listrik Dipangkas Jadi Rp3 Juta, Target 1 Juta Unit Masih Berat!

Clara Medium.jpeg

Kamis, 20 Agustus 2026 – 16:04 WIB

Cakra NX1 jadi motor listrik nasional yang diluncurkan Prabowo lewat Molinas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan anggaran Rp3 triliun untuk insentif 1 juta motor listrik, meski kapasitas produksi nasional belum mampu mengejar target tersebut (Foto: Setkab)

Cakra NX1 jadi motor listrik nasional yang diluncurkan Prabowo lewat Molinas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan anggaran Rp3 triliun untuk insentif 1 juta motor listrik, meski kapasitas produksi nasional belum mampu mengejar target tersebut (Foto: Setkab)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan anggaran sebesar Rp3 triliun untuk insentif motor listik. Purbaya menyebut setiap pembelian motor listrik akan diberikan insentif sebesar Rp3 juta per unit.

Namun, angka tersebut terbilang turun dari rencana awal yang sebesar Rp5 juta per unit. Dia pun menyebut bahwa anggaran Rp3 triliun itu akan digunakan untuk insentif pada 1 juta unit motor listrik.

“Yang sekarang kalo 1 juta (motor) itu (insentif) Rp3 juta,” ujar Purbaya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Purbaya mengakui bahwa produksi motor listrik nasional belum mencapai1 juta unit pada 2026. Menurutnya, produksi nasional hanya mencapai 200 ribu unit motor pada tahun ini.

“Itu masih kita lihat, apakah daya serapnya cukup tahun ini untuk menyerap semua uang itu, kayaknya sih nggak. Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan, Ada yang cuma 20.000 saya pikir paling 100.000sampai akhir tahun,” kata dia.

Meskipun begitu, Purbaya akan mempertimbangkan kembali besaran insentif yang akan diberikan untuk pembelian motor listrik. Dia pun mengatakan bahwa anggaran insentif Rp3 miliar tidak akan langusung habis pada tahun ini.

“Iya itu programnya, jadi 1 juta itu pasti enggak habis tahun ini kan kalau kita lihat. Jadi nanti saya pikirkan apa bisa ditambah,” tuturnya.

Sebelumnya, Menperin Agus mengatakan, masih mengkaji kelanjutan subsidi motor listrik termasuk besaran insentifnya. Dia menyebut belum ada keputusan terkait besaran subsidi.

“Belum. Belum diumumkan, saya kira masih dalam tahap pembahasan di tim teknis mengenai berapa jumlah subsidinya, metodenya seperti apa, bisnis prosesnya seperti apa nanti kita bahas antara tim teknis, antara kedua kementerian,” ujar Agus kepada wartawan, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Sementara, Purbaya pernah menyebut besaran subsidi untuk motor listrik sebesar Rp5 juta. Hanya saja, kebijakan tersebut masih menunggu aturan resmi.

“Kalau angka 5 juta bersubsidi, saya masih harus kita tunggu PMK-nya Karena sekali lagi memang masih dibahas antara tim teknis seperti apa,” kata Menperin Agus.

Menperin Agus mengakui, besaran subsidi motor listrik sebesar Rp5 juta per unit, merupakan angka yang bagus. Apalagi, kejadian di Selat Hormuz memberikan peringatan bagi Indonesia untuk segera beralih ke transisi energi.

“Jadi kita pemerintah memberikan satu pesan, bahwa lesson learned yang kita dapat dari kejadian-kejadian geopolitik termasuk di Hormuz, pertama kita harus perkuat ketahanan energi kita dengan demikian, pengurangan-pengurangan dari kebutuhan BBM yang harus kita impor menjadi penting. Jadi angka Rp5 juta itu, saya kira angka yang cukup baik,” jelasnya.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang