Tutup Keran Pertalite buat Orang Kaya, Purbaya Incar Penghematan Subsidi 10 Persen

Clara Medium.jpeg

Kamis, 20 Agustus 2026 – 16:18 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kelompok masyarakat paling sejahtera masih bebas membeli Pertalite karena pembatasan BBM bersubsidi belum berlaku. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah akan mencoba membatasi kelompok desil 10 dalam beberapa bulan ke depan.

Pemerintah sebelumnya mempertimbangkan penutupan akses Pertalite bagi masyarakat yang masuk desil 9 dan 10. Kedua kelompok tersebut dinilai memiliki tingkat kesejahteraan tinggi dan mampu beralih ke BBM nonsubsidi.

Purbaya membantah kebijakan itu sebagai bentuk pengetatan. Menurut dia, pemerintah ingin memastikan anggaran subsidi dinikmati kelompok yang berhak.

“Nggak, nggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang desil 10, kita batasin dulu,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pemerintah memperkirakan pembatasan terhadap masyarakat mampu dapat memangkas sekitar 10 persen anggaran subsidi BBM. Namun, perhitungan penghematannya belum selesai.

“Nanti ada penghematan, kita masih menghitung. Kira-kira sepersepuluhnya kalau nggak salah,” kata dia.

Rencana pembatasan Pertalite sebenarnya telah bergulir sejak beberapa waktu lalu. Namun, pemerintah belum menentukan mekanisme maupun jadwal penerapannya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan tersebut masih digodok pemerintah.

“Pembatasan Pertalite masih di dalam pembahasan, ya,” kata Bahlil di sela-sela The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Selama aturan baru belum diberlakukan, pembelian Pertalite masih mengikuti ketentuan saat ini. Kendaraan roda empat dibatasi maksimal 50 liter per hari, sedangkan bus dan truk dapat membeli hingga 200 liter per hari.

“Masih seperti itu saja,” katanya.

Wacana pembatasan kembali menguat setelah Bahlil bertemu Purbaya. Pertemuan itu membahas langkah untuk mencegah subsidi energi dinikmati masyarakat berkecukupan.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah melarang kelompok desil 9 dan 10 membeli Pertalite. Kelompok tersebut nantinya diarahkan menggunakan Pertamax atau jenis BBM nonsubsidi lainnya.

Namun, sebelum keputusan diterbitkan, masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 tetap dapat membeli Pertalite sesuai ketentuan yang berlaku.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang