Wujud Solidaritas Masyarakat Minang, Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 18 Agustus 2026 – 00:05 WIB

LKAAM dan Gebu Minang Sumbar menyiapkan 5 ton rendang untuk korban gempa NTT. (Foto: Dok. Diskominfo Padang)

LKAAM dan Gebu Minang Sumbar menyiapkan 5 ton rendang untuk korban gempa NTT. (Foto: Dok. Diskominfo Padang)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bentuk kepedulian masyarakat Minangkabau terhadap sesama kembali diwujudkan secara nyata. Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumbar menggalang bantuan berupa 5 ton rendang untuk para korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi memasak dan penyiapan rendang tersebut dipusatkan di Kantor LKAAM Sumbar, Kota Padang, Senin (17/8/2026). Untuk pengiriman tahap awal, sebanyak 700 kilogram rendang telah diterbangkan langsung menuju wilayah bencana dengan menumpang pesawat angkut TNI Angkatan Udara.

Makanan Paling Praktis di Lokasi Bencana

Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, mengungkapkan bahwa pemilihan rendang sebagai komoditas utama bantuan didasari pertimbangan logistik yang sangat matang. Di area bencana yang mengalami kerusakan infrastruktur, fasilitas dapur umum kerap sulit diakses secara cepat oleh para pengungsi.

“Kita memilih rendang karena merupakan makanan yang siap santap, tahan lama, dan sangat praktis dikonsumsi warga di lokasi bencana yang mungkin sulit mengakses fasilitas dapur,” kata Fauzi di Padang, Senin (17/8/2026).

Fauzi menjelaskan, target 5 ton rendang tersebut dihimpun lewat kolaborasi lintas elemen Minang—mulai dari Bundo Kanduang, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi), hingga Gebu Minang Peduli. Sisa kuota bantuan akan terus diproduksi dan dikirimkan secara bertahap.

Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar (tengah) bersama sejumlah Bundo Kanduang menyiapkan paket rendang bantuan untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kantor LKAAM Sumbar, Padang, Senin (17/8/2026). (Foto: RRI Padang/Vebyan Syafitra) 

Dorong Percepatan Produksi lewat Sentra Rendang

Aksi kemanusiaan ini turut ditinjau langsung oleh Wali Kota Padang sekaligus Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Fadly Amran. Guna mengejar target pengiriman, Fadly menginstruksikan agar proses memasak turut memanfaatkan fasilitas Sentra Rendang Kota Padang secara maksimal.

Langkah ini penting agar pengerjaan bisa dipercepat tanpa mengabaikan standar ketahanan serta cita rasa kuliner khas Ranah Minang tersebut. Pemkot Padang pun berkomitmen memberikan dukungan penuh dari sisi logistik dan fasilitas penunjang.

“Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah. Kita patut memberikan apresiasi karena begitu cepat mengambil langkah,” tegas Fadly.

Ingatan Kolektif dan Semangat Balas Budi

Lebih lanjut, Fadly menyebut gerakan ini sebagai wujud ‘balas budi’ dan ingatan kolektif atas kebaikan daerah lain. Sewaktu Sumbar dihantam gempa dahsyat pada 2009 serta bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, uluran tangan dari berbagai pelosok Nusantara mengalir tanpa henti.

Kini, saat saudara-saudara di NTT tertimpa gempa bumi pada 15 Agustus 2026 lalu, sudah menjadi kewajiban moral bagi warga Minang untuk hadir merangkul dan mengulurkan bantuan.

“Ketika bencana terjadi, tentu kita harus mengikhlaskan bahwa ini adalah sebuah cobaan. Setelah itu, kita harus bekerja keras dan berupaya meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Inilah esensi dari semangat kebersamaan dan gotong royong kita,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang