Gempa 7,7 M di NTT, Kemensos Salurkan Santunan dan Bantuan Rp4,5 Miliar

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 16 Agustus 2026 – 21:50 WIB

Wamensos Agus Jabo menyerahkan santunan Rp15 juta kepada dua ahli waris korban gempa Manggarai. Kemensos juga menyalurkan bantuan logistik dan 48 ton beras. (Foto: Kemensos)

Wamensos Agus Jabo menyerahkan santunan Rp15 juta kepada dua ahli waris korban gempa Manggarai. Kemensos juga menyalurkan bantuan logistik dan 48 ton beras. (Foto: Kemensos)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan dilakukan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Posko Utama Bencana Kabupaten Manggarai, Minggu (16/8/2026).

Untuk tahap awal, santunan diberikan kepada dua ahli waris korban atas nama Antonius dan Aprilianus. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta sehingga total bantuan yang diserahkan mencapai Rp30 juta.

Agus Jabo mengatakan santunan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana.

“Ini merupakan bentuk kehadiran dan perhatian negara kepada keluarga yang ditinggalkan. Tentu santunan tidak dapat menggantikan kehilangan orang yang kita cintai, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban keluarga,” kata Agus Jabo.

Kemensos memastikan santunan akan diberikan kepada ahli waris korban meninggal dunia lainnya setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi selesai dilakukan.

“Pendataan masih berjalan. Setiap korban meninggal dunia yang datanya telah terverifikasi akan kami tindak lanjuti pemberian santunannya. Kami ingin prosesnya cepat, tetapi tetap harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain santunan, Kemensos menyalurkan bantuan logistik kedaruratan untuk masyarakat terdampak. Bantuan tersebut berupa kids ware, family kit, pakaian, kasur, dan selimut.

Kemensos juga menyerahkan 1.000 paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa, terutama warga yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Dapur umum, tempat pengungsian, makanan, pakaian, selimut, serta kebutuhan anak-anak harus tersedia. Kami bekerja bersama pemerintah daerah, Tagana, TNI-Polri dan seluruh unsur yang ada di lapangan,” kata Agus.

Gempa NTT Berdampak ke Ribuan Warga

Berdasarkan data penanganan bencana hingga Minggu (16/8/2026) pukul 19.21 WITA, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8) telah berdampak terhadap 1.528 kepala keluarga atau 5.659 jiwa.

Bencana tersebut tercatat menyebabkan 51 orang meninggal dunia dan 137 orang mengalami luka-luka.

Wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende di NTT. Dampak gempa juga tercatat di Kota dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kerusakan sementara meliputi 1.543 rumah rusak berat, 328 rumah rusak sedang, dan 532 rumah rusak ringan. Selain bangunan tempat tinggal, kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik.

Tercatat sebanyak 94 fasilitas pendidikan, 211 fasilitas kesehatan, 42 fasilitas umum, 50 rumah ibadah, dan 76 gedung perkantoran mengalami kerusakan.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berpusat di laut sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Sejumlah gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama dan terus dipantau oleh pihak berwenang.

Kemensos Kirim Bantuan Rp4,5 Miliar

Untuk mempercepat penanganan dampak bencana, Kemensos menggerakkan bantuan logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Bekasi.

Total nilai dukungan yang disiapkan mencapai sekitar Rp4,518 miliar. Bantuan tersebut mencakup tenda keluarga, tenda serbaguna, velbed, kasur, selimut, family kit, kids ware, makanan siap saji, makanan anak, pakaian untuk dewasa dan anak, perlengkapan ibadah, shower kit, hingga perangkat dapur umum lapangan.

Kemensos juga menyalurkan 48 ton beras reguler untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Dapur umum lapangan Kemensos telah diaktifkan di tiga wilayah, yakni Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo. Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama tim Perlindungan Sosial Korban Bencana juga terus melakukan asesmen, pendataan, serta verifikasi dan validasi terhadap korban.

“Seluruh sumber daya yang kami miliki kami gerakkan. Kita ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. Negara harus hadir sejak masa tanggap darurat sampai masyarakat dapat kembali pulih,” ujar Agus Jabo.

Namun, proses distribusi bantuan masih menghadapi sejumlah kendala. Cuaca buruk menyebabkan penyeberangan kapal feri dari Kupang sempat ditutup sementara. Selain itu, gangguan jaringan listrik dan komunikasi terjadi di sejumlah wilayah terdampak.

Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, serta unsur terkait lainnya untuk mempercepat penanganan korban dan memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak di berbagai wilayah.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang