Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (KW), mengungkap perubahan kondisi Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, yang menjadi venue Kejuaraan Dunia BWF 2026. Dibandingkan saat India Open pada Januari lalu, Putri menilai arena pertandingan kini jauh lebih nyaman.
Putri sudah memiliki pengalaman bertanding di arena tersebut ketika tampil pada India Open 2026. Karena itu, ia bisa langsung merasakan sejumlah perubahan yang dilakukan panitia menjelang Kejuaraan Dunia.
“Dibandingkan saat India Open bulan Januari, arena ini sudah jauh lebih baik,” kata Putri usai menjalani latihan, Minggu (16/8/2026), melalui keterangan resmi PBSI.
Menurut Putri, pembenahan dilakukan di berbagai sisi venue. Salah satu perubahan yang paling terasa adalah kondisi lapangan yang kini lebih bersih dan tidak lagi terganggu kabut seperti saat India Open.
“Mereka melakukan banyak perbaikan di segala aspek. Tidak ada lagi kabut di lapangan, pencahayaan lebih terang dan kondisi lebih bersih. Semua pemain rasanya bisa berkompetisi dengan cukup nyaman sekarang,” ujarnya.
Perubahan kondisi venue tersebut menjadi kabar positif bagi para pemain Indonesia yang akan bertanding di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Kondisi lapangan dan lingkungan pertandingan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kenyamanan serta pola permainan atlet.
Meski venue kini dinilai lebih baik, satu cerita dari India Open 2026 masih menjadi perhatian, yakni kemunculan monyet rhesus di sekitar arena. Saat turnamen berlangsung pada Januari lalu, satwa liar tersebut sempat berkeliaran di area venue sehingga menjadi salah satu gangguan nonteknis yang mendapat perhatian.
Panitia Kejuaraan Dunia kemudian melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah gangguan serupa. Salah satunya dengan menggunakan peniru suara lutung sebagai bagian dari upaya menghalau monyet dari area pertandingan.
Namun, para pemain Indonesia memilih tidak menjadikan persoalan tersebut sebagai fokus utama. Mereka lebih berkonsentrasi pada persiapan menghadapi pertandingan.
Ganda putri Indonesia, Febi Setianingrum/Rachel Allessya Rose, misalnya, merespons kemungkinan gangguan tersebut dengan santai.
“Semoga itu tidak terjadi lagi,” kata Febi sambil tertawa.
Rachel menambahkan bahwa mereka lebih memilih berkonsentrasi pada aspek teknis menjelang pertandingan.
“Kami lebih fokus ke motivasi saja dan membenahi detail-detail kecil komunikasi,” ujar Rachel.
Sementara itu, Putri KW kini mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada pertandingan pertamanya di Kejuaraan Dunia 2026. Peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2025 tersebut akan menghadapi wakil Filipina, Mikaela Joy De Guzman, pada babak 64 besar.
Pertandingan tersebut akan menjadi pertemuan pertama Putri dengan De Guzman. Meski secara peringkat Putri lebih diunggulkan, ia tidak ingin menganggap remeh lawannya.
Putri telah mempelajari permainan De Guzman melalui rekaman pertandingan. Dari pengamatannya, tunggal putri Filipina tersebut memiliki karakter permainan yang ulet sehingga membutuhkan strategi yang tepat.
“Untuk melihat lawan sendiri dari Filipina tidak boleh meremehkan. Saya melihat dari video pertandingannya, dia cukup ulet,” kata Putri.
“Jadi untuk pertemuan pertama besok, saya lebih ingin mengatur ritme dan menguasai di lapangan pertandingan,” lanjutnya.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 berlangsung di New Delhi pada 17-23 Agustus. Dengan kondisi venue yang disebut lebih baik dibandingkan India Open, Putri berharap seluruh perhatian bisa diarahkan pada pertandingan dan tidak terganggu persoalan nonteknis.
Bagi Putri, target terdekat bukan memikirkan lawan-lawan di fase berikutnya, melainkan menyelesaikan pertandingan pertama dengan baik. Pengalaman meraih medali perunggu pada edisi 2025 menjadi modal untuk kembali mengejar prestasi di panggung dunia.









