Dukung target energi baru terbarukan, ajang lari bertajuk Stepping into 100 GW satukan pemerintah, industri, dan masyarakat demi ekosistem energi bersih. (Foto: AESI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menyambut momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dewan Energi Nasional (DEN), serta PT PLN (Persero) menggelar ajang olahraga lari bertajuk Solar Run 2026.
Mengusung tema “Stepping into 100 GW” dan kampanye #Run4TheSun, kegiatan ini sukses mengumpulkan 500 peserta dari berbagai kalangan. Mengambil rute di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day/CFD) dari Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Sudirman, Jakarta, pada Minggu (9/8/2026), acara ini bertujuan mengajak masyarakat melangkah menuju kemandirian energi melalui adopsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap.
Kolaborasi Lintas Sektor Ibarat Lari Jarak Jauh
Pemerintah dan pemangku kepentingan menempatkan ajang ini sebagai bagian penting dari upaya membangun ekosistem energi surya nasional. Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian ESDM, Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, S.Sos., M.M., Ph.D., menegaskan bahwa percepatan pembangunan ekosistem energi surya merupakan arahan langsung Presiden.
“Fokus kita bersama saat ini adalah bagaimana caranya agar Indonesia bisa mencapai target pengembangan energi surya nasional. Pada kesempatan ini, tidak hanya kita lari sehat, tapi juga memulai Indonesia sehat dari pasokan energi surya,” ujar Prof. Tirta saat melepas para peserta dari Kantor Kementerian ESDM.
Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Denny Triyanto, turut mengibaratkan perjalanan transisi energi layaknya lari maraton.
“Transisi energi itu seperti lari jarak jauh. Kita sama-sama tahu finish line-nya, yang penting adalah endurance, pace, dan yang lebih seru lagi, kita kerjakan bersama secara berkolaborasi demi cleaner energy,” tegasnya.
Olahraga sebagai Pintu Masuk Edukasi
Pemilihan format fun run dinilai sebagai langkah strategis (entry point) untuk mendekatkan isu energi terbarukan kepada masyarakat luas. Ketua Acara AESI Solar Run 2026, I Made Aditya Suryawidya, menjelaskan bahwa olahraga lari merupakan aktivitas yang mudah diterima oleh semua kalangan.
“Tidak semua orang tertarik membaca dokumen kebijakan energi, tetapi hampir semua orang bisa diajak berlari pada Minggu pagi. Dari situ, percakapan tentang energi surya menjadi jauh lebih mudah dimulai, dari atap rumah masing-masing,” paparnya.
Sekretaris Jenderal DEN, Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc., yang turut berlari menyelesaikan rute kategori 10K, mengapresiasi inisiatif asosiasi tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, sehingga edukasi transisi energi yang dikemas dekat dengan keseharian masyarakat adalah bentuk semangat kolaborasi yang positif.
Wujudkan Ekosistem Energi Bersih Nasional
Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, menempatkan tingginya antusiasme peserta sebagai simbol dukungan publik terhadap penguatan ekosistem energi surya yang tengah dibangun.
“Transisi energi surya adalah impian dan agenda nasional kita. Dukungan dari para runners hari ini adalah simbol semangat mengejar mimpi kita, yaitu Indonesia yang lebih bersih,” tutur Mada.
Melalui perpaduan gaya hidup sehat dan partisipasi aktif masyarakat ini, AESI berharap pemahaman publik mengenai pemanfaatan PLTS atap—baik di sektor residensial, komersial, maupun industri—dapat terus meningkat sebagai wujud nyata percepatan transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













