CBDK Raih Marketing Sales Rp231 Miliar di Semester I-2026, PIK2 Makin Merekah

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berhasil mengamankan kinerja marketing sales sebesar Rp231 miliar sepanjang semester pertama tahun 2026. Angka tersebut merealisasikan sekitar 41 persen dari total target penjualan pemasaran perseroan untuk tahun ini.

Pencapaian ini tergolong solid mengingat pasar properti nasional masih dibayangi sikap hati-hati (wait and see) dari konsumen maupun investor. Dinamika ketidakpastian ekonomi global, tren kenaikan suku bunga domestik, serta pendekatan investasi yang lebih selektif tak menyurutkan ritme bisnis pengembang kawasan terpadu tersebut.

Kaveling Komersial dan Residensial Jadi Penopang Utama

Strategi monetisasi kawasan CBD PIK2 melalui penjualan kaveling tanah komersial menjadi penyumbang terbesar kinerja pemasaran emiten pemilik land bank seluas 676 hektare di Tangerang, Banten ini.

Selain kaveling komersial, pundi-pundi penjualan CBDK juga ditopang oleh lini produk komersial dan residensial yang kian diminati, seperti Bizpark PIK2, Rukan Asia Afrika, hingga Rumah Milenial.

Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo menyampaikan bahwa torehan kinerja paruh pertama tahun ini menunjukkan ketahanan bisnis perseroan yang tetap berada di jalur (on track) sesuai ekspektasi.

“Di tengah dinamika pasar yang masih menantang, kinerja marketing sales perseroan tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan ekspektasi. Permintaan terhadap produk dan proyek yang kami kembangkan di kawasan PIK2 menunjukkan ketahanan, didukung oleh perkembangan kawasan yang terus berjalan serta ekosistem bisnis yang semakin lengkap,” ujar Steven dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Ekosistem Perbankan dan MICE Makin Bergeliat

Kawasan CBD PIK2 kini tidak lagi sekadar area permukiman, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas bisnis baru. Hal ini ditandai dengan percepatan pembangunan fisik oleh pihak ketiga. Salah satunya adalah gedung perbankan papan atas seperti Bank Mandiri dan BNI yang saat ini telah memasuki tahap akhir pembangunan (finishing).

Geliat ekonomi kawasan juga makin terdorong oleh hadirnya fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Gedung konvensi Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) yang beroperasi sejak Agustus 2025 lalu tercatat telah menampung 55 acara berskala besar.

Beberapa agenda jumbo yang sukses menyedot perhatian publik antara lain Livin’ Fest 2025 pada Oktober tahun lalu dan Java Jazz Festival 2026 pada Mei lalu. Sepanjang tahun 2026 ini, NICE diproyeksikan bakal memfasilitasi sedikitnya 53 event.

Sektor akomodasi pun bakal segera melengkapi ekosistem tersebut. Hotel bintang lima Hilton Jakarta PIK2 telah menyelesaikan proses topping off dan dijadwalkan siap beroperasi penuh pada tahun depan.

Infrastruktur Tol KATARAJA Obor Penarik Investor

Faktor konektivitas menjadi kartu AS bagi daya saing kawasan PIK2. Kehadiran Jalan Tol KATARAJA kian memperlancar aksesibilitas, menghubungkan langsung kawasan CBD PIK2 dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta jaring jalan tol se-Jabodetabek.

Melihat matangnya infrastruktur dan konektivitas, manajemen CBDK optimistis menatap prospek bisnis pada semester kedua 2026.

Steven menegaskan bahwa nilai strategis PIK2 terletak pada perannya sebagai hub bisnis dan komersial terpadu yang dirancang untuk jangka panjang.

“Nilai utama PIK2 tidak hanya terletak pada pengembangan properti, tetapi juga pada perannya sebagai hub bisnis dan komersial dalam ekosistem terintegrasi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang. Seiring bertambahnya aktivitas usaha dan membaiknya kualitas infrastruktur, kami meyakini daya saing serta nilai strategis PIK2 akan terus meningkat bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” pungkas Steven.