Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (24/7/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Terkait pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), kemungkinan dibentuk di dua kota besar. Artinya tidak hanya di Bali saja, tapi Jakarta pun ada.
Hal itu terkonfirmasi dari pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut Bali dan Jakarta bakal menjadi lokasi PFII. Khusus Jakarta, pemerintah sedang menyiapkan gedung operasional untuk pengembangan pusat keuangan tersebut. Sementara untuk Bali, lokasinya masih dijajaki. “Memang yang di Jakarta sudah lebih siap karena gedungnya sudah ada,” ujar Menko Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Hanya saja, Menko Airlangga tidak secara rinci menjelaskan di mana lokasi PFII yang Bali dan Jakarta. Dia berharap, pembentukannya segera terwujud agar bisa beroperasi secepatnya. “Nanti diumumkan kalau semuanya sudah siap. Pertimbangannya, mana yang low hanging fruit. Yang paling cepat bisa kita dirikan,” jelas dia.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembentukan Indonesia International Financial Center (IIFC) segera terealisasi.
Program ini bagian dari upaya pemerintah memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi investasi, serta pusat jasa keuangan bertaraf internasional.
Hal ini disampaikan Rosan setelah menghadiri rapat terbatas (ratas) dengan Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Rosan mengungkap, landasan hukum pembentukan IIFC telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), melalui UU PFII. “Undang-undangnya sudah disetujui DPR dan Bapak Presiden minta segera ditindaklanjuti. Untuk persiapan, mungkin perlu 2 atau 3 tahun sampai itu menjadi sebuah financial center yang bertaraf internasional,” kata Rosan kepada wartawan.
Dia menyampaikan, pemerintah melihat respons yang sangat positif dari para investor global, terhadap rencana pembentukan pusat keuangan internasional tersebut.
Beberapa hari sebelumnya, Rosan menggelar pertemuan dengan sejumlah investor di Bali untuk menyampaikan rencana tersebut. “Beberapa hari yang lalu saya juga ke Bali bertemu dengan 11 investor dari family office dan yang lain-lainnya dan responsnya sudah sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini,” ujarnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













