Kejutan dari Gedung Putih: Trump Bidik Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Wacana mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pemimpin Negeri Paman Sam itu dikabarkan menghendaki Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menduduki kursi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) berikutnya.

Kabar ini pertama kali ditiupkan oleh media ternama AS, New York Post, pada Selasa (21/7/2026), mengutip keterangan sumber dekat Trump.

Dinilai Mampu Menyatukan Bangsa-Bangsa Dunia

Bukan tanpa alasan Trump melirik bos federasi sepak bola dunia tersebut. Menurut sumber internal New York Post, Trump memandang Infantino sebagai figur yang sangat dihormati di panggung global. Jam terbangnya memimpin organisasi olahraga terbesar di dunia dinilai menjadi modal kuat untuk menyatukan berbagai bangsa.

Meski wacana ini sudah berembus kencang di lingkaran dalam Trump, belum ada kepastian apakah Infantino bersedia menerima jika ditawari jabatan diplomatik tertinggi tersebut.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti pula apakah Trump sudah mendiskusikan gagasan ini secara tatap muka dengan pria asal Swiss itu.

Duduk Berdampingan di Final Piala Dunia

Sinyal kedekatan kedua tokoh ini sebenarnya sudah tertangkap kamera beberapa hari sebelumnya. Pada Minggu (19/7/2026), Trump hadir langsung di tribun kehormatan Stadion New Jersey, New York, untuk menyaksikan laga pamungkas turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut.

Di tribun VVIP, Trump tampak duduk berdampingan dan berbincang akrab dengan Infantino sepanjang laga. Pertandingan final itu sendiri akhirnya dimenangi oleh Spanyol usai menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0.

Momen kebersamaan tersebut makin menegaskan eratnya hubungan personal dan kerja sama yang terjalin antara keduanya sejak masa persiapan hingga pelaksanaan pesta bola sejagat itu.

Masa Jabatan Antonio Guterres Segera Berakhir

Gagasan Trump ini mencuat di tengah makin dekatnya masa tenggat pimpinan tertinggi PBB saat ini. Masa jabatan kedua Sekjen PBB Antonio Guterres dijadwalkan resmi rampung pada 31 Desember mendatang.

Jika manuver Trump ini benar-benar terealisasi dan mendapat dukungan internasional, masuknya figur berlatar belakang pimpinan olahraga seperti Infantino ke Gedung PBB di New York dipastikan bakal menjadi catatan sejarah baru dalam peta diplomasi dunia.