Jajaran Komisaris Danantara Asset Management mengunjungi titik layanan PNM di Mojokerto, Jatim. (Dok. PNM)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Danantara Indonesia berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha ultra mikro, mulai dari Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) hingga Ruang Pintar Permodalan Nasional Madani (PNM).
Komisaris Utama Danantara Asset Management, Rabin Indrajad mengapresiasi PNM yang telah bersinergi dalam membangun ekosistem usaha ultra mikro. Tidak hanya bertumpu pada akses permodalan, tetapi juga pada pendampingan yang berkelanjutan.
“Ada kepedulian yang nyata melalui Ruang Pintar dan perhatian terhadap lingkungan sekitar nasabah, sehingga pemberdayaan benar-benar terasa menyeluruh,” ujarnya saat meninjau layanan PNM di Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, keberadaan PNM bukan hanya pembiayaan tapi juga ada kepedulian nyata melalui Ruang Pintar serta perhatian terhadap lingkungan sekitar nasabah.
“Danantara meninjau langsung gambaran menyeluruh mengenai model bisnis PNM yang tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan bagi perempuan prasejahtera,” ucapnya.
Sementara itu Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki menjelaskan, pemberdayaan merupakan inti dari setiap layanan yang diberikan PNM kepada masyarakat. Karena itu dukungan Danantara menjadi penguat agar manfaat ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan prasejahtera dan semakin memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
“Pemberdayaan bukan sekadar program pendamping, tetapi inti dari setiap langkah yang PNM lakukan. Kami ingin memastikan setiap nasabah merasakan manfaat yang nyata, mulai dari meningkatnya kapasitas usaha, bertambahnya kepercayaan diri, hingga hadirnya harapan baru bagi keluarga mereka,” jelas Sunar
Diketahui, hingga 30 Juni 2026, PNM telah melayani lebih dari 73 ribu nasabah aktif di Kota dan Kabupaten Mojokerto melalui 25 Unit Mekaar, didukung 352 Account Officer Pendamping yang secara rutin mendampingi nasabah dalam 5.515 kelompok mingguan.
Sementara di tingkat nasional, lebih dari 23,3 juta masyarakat prasejahtera telah dilayani oleh lebih dari 40 ribu AO melalui 4.655 kantor layanan termasuk 58 cabang dalam 36 Provinsi di Indonesia.
Nasabah PNM Mekaar bernama Sulikah mengakui pendampingan dan pemberdayaan PNM membuat usahanya berkembang menjadi warung bakso yang memiliki banyak varian, seperti gorengan dan minuman.
“Dulu, jualan jajanan anak-anak di rumah, sekarang menambah penghasilan lebih dari yang sebelumnya,” tandasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













