Mantan Wali Kota Manchester Raya, Andy Burnham, kini resmi ditetapkan sebagai ketua baru Partai Buruh Inggris. Dengan posisi baru ini, Burnham tinggal selangkah lagi bakal melenggang ke Downing Street 10 untuk menjabat sebagai perdana menteri baru Inggris.
Kepastian ini diumumkan langsung oleh Ketua Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh, Shabana Mahmood, dalam konferensi partai yang disiarkan oleh berbagai media setempat pada Jumat (17/7/2026).
Mahmood menjelaskan bahwa Burnham menjadi satu-satunya calon yang maju dalam bursa pemilihan ketua. Alhasil, ia langsung ditetapkan secara sah tanpa perlu melewati pemungutan suara yang panjang.
Begitu resmi terpilih, Burnham langsung menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah besar sebagai calon PM Inggris berikutnya. Dalam pidatonya yang sarat emosi, ia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Keir Starmer atas dedikasinya memimpin negara dan partai selama ini.
“Ini adalah momen penuh kebanggaan yang kalian berikan kepada saya dan keluarga. Sangat emosional. Untuk inilah saya siap. Saya siap untuk memimpin dan membangun dari fondasi yang telah kokoh dibuat,” ujar Burnham.
Puji Warisan Politik Keir Starmer
Di hadapan para kader partai, Burnham melemparkan pujian tinggi untuk Keir Starmer. Di bawah kendali Starmer, Partai Buruh dinilai berhasil bangkit dari keterpurukan paling kelam hingga mampu mencetak salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah politik mereka.
“Keir membawa Partai Buruh keluar dari posisi oposisi menjadi pihak yang benar-benar mengubah hidup masyarakat. Dan inilah yang sudah berhasil kita lakukan dalam dua tahun terakhir ini,” tambahnya.
Sebagai informasi, PM Keir Starmer sebelumnya telah menyatakan mundur dari kursi ketua Partai Buruh pada 22 Juni lalu. Kendati demikian, Starmer tetap menjalankan tugasnya sebagai PM Inggris sampai penggantinya resmi terpilih.
Proses suksesi kepemimpinan ini sudah dimulai sejak 9 Juli dan sengaja dikebut agar bisa rampung total sebelum Parlemen Inggris kembali bersidang pada September mendatang.
Sinyal Kabinet yang Merangkul Semua
Terkait langkah ke depan, Burnham mengaku belum mengetok palu soal siapa saja nama yang akan mengisi pos-pos menteri di kabinetnya nanti. Namun, ia berjanji akan segera menyusun tim dalam waktu dekat.
Ia menjamin kabinet baru yang dibentuknya nanti akan bersifat inklusif, mencerminkan seluruh elemen yang ada di internal Partai Buruh serta merepresentasikan masyarakat luas.
“Kita tidak akan bisa mengalahkan kelompok kanan baru di Inggris jika kita sendiri masih sibuk berlarut-larut dalam pergumulan dan tarik-menarik di internal,” cetus Burnham.
Tekad Berantas Budaya Konflik Internal
Bagi Burnham, konflik internal yang tak berkesudahan di dalam tubuh partai hanya akan menjadi beban berat bagi masyarakat kecil, pihak yang sejatinya paling membutuhkan kehadiran Partai Buruh.
Oleh karena itu, ia menegaskan tekadnya untuk membersihkan ego kelompok di dalam partai. “Perjuangan untuk memberantas budaya berbahaya (konflik internal) ini akan menjadi ciri khas dari kepemimpinan saya,” tegasnya.
Di akhir pidatonya, Burnham juga dengan jantan mengakui adanya sejumlah kegagalan dalam kebijakan-kebijakan Partai Buruh terdahulu. Ia memandang mandat barunya ini sebagai kesempatan terakhir untuk membenahi kesalahan tersebut dan membawa Inggris ke arah yang lebih baik.












