Truk pengangkut alat berat berhasil di evakuasi akibat tabrak JPO Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026). (Foto: Inilah.com/M. Tegar Jihad).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dua insiden yang melibatkan truk menabrak jembatan hingga menyebabkan kerugian sosial dan materiil, memicu sorotan publik hingga orang nomor satu Jakarta, Pramono Anung.
Insiden pertama terjadi pada Selasa (14/7/2026) saat truk pengangkut alat berat menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean, Jakarta Selatan. Pada Kamis (16/7/2026), sebuah truk molen tersangkut di kolong Jembatan Kereta Api Matraman, Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah meminta Dinas Perhubungan dan Korlantas Polri untuk menindak keras truk-truk yang lalai dalam berkendara di jalan.
“Saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan dan melakukan koordinasi dengan Kakorlantas, siapa pun yang melakukan itu ditindak sekeras-kerasnya,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Bahkan, dia tak segan-segan untuk meminta pihak berwajib mencabut izin berkendara sopir truk yang lalai tersebut.
“Kalau perlu lisensi atau izinnya dicabut,” tegas Pramono.
Tak hanya itu, Pramono juga membuka opsi menegur keras perusahaan pemilik kendaraan truk yang lalai dalam berkendara.
“Kalau kemudian perusahaannya juga masih melakukan yang sama, maka perusahaannya yang akan mendapatkan teguran karena tidak menyiapkan sopir yang kemudian tertib dan sebagainya,” ungkap Pramono.
Menurut Pramono, Jakarta sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat aktivitas ekonomi nasional tidak boleh terus-menerus terganggu akibat kelalaian kendaraan angkutan berat.
“Karena tidak boleh Jakarta terganggu dengan hal-hal yang seperti itu,” kata dia.
Sebelumnya, truk pengangkut alat berat menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/7/2026). Insiden tersebut menyebabkan truk tersangkut dan mengakibatkan struktur JPO mengalami kerusakan.
Berdasarkan keterangan sopir, kecelakaan terjadi karena dirinya terlalu fokus melihat petunjuk arah di Google Maps saat berkendara.
Selang dua hari, tepatnya Kamis (16/7/2026), sebuah truk molen kembali memicu kemacetan setelah tersangkut di kolong Jembatan Kereta Api Matraman, Jakarta Timur. Insiden itu terjadi karena pengemudi bermain telepon genggam saat mengemudikan kendaraan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












