Sir Alex Ferguson: Sepak Bola Akan Kehilangan Jiwanya Saat Messi Pensiun

Penampilan magis Lionel Messi bersama Tim Nasional Argentina di Piala Dunia 2026 terus mengundang decak kagum dari berbagai tokoh legendaris dunia. 

Kali ini, mantan manajer ikonik Manchester United, Sir Alex Ferguson, memberikan penghormatan luar biasa kepada La Pulga atas performa fenomenalnya di usia 39 tahun, khususnya setelah ia menghancurkan Inggris di babak semifinal.

Bagi Ferguson, apa yang dipertontonkan Messi di turnamen ini bukanlah sekadar sisa-sisa kejayaan, melainkan sebuah dominasi mutlak yang belum pernah disaksikan dalam sejarah sepak bola.

Otak Sepak Bola yang “Puluhan Tahun Lebih Maju”

Sebagai sosok yang telah melihat berbagai generasi bakat emas datang dan pergi, Sir Alex tidak ragu menempatkan Messi di kasta tertinggi yang tak tersentuh siapa pun. Ia menyoroti bagaimana kecerdasan Messi mampu mengompensasi penurunan fisik yang wajar dialami pemain seusianya.

“Saya telah menghabiskan seluruh hidup saya menonton sepak bola. Saya telah menjadi manajer melawan para pemain terhebat, melatih beberapa yang terbaik, dan menyaksikan berbagai generasi bakat. Tetapi apa yang dilakukan Lionel Messi di usia 39 tahun melampaui apa pun yang pernah saya lihat,” puji Ferguson dikutip dari Sports Extra.

“Sebagian besar pemain pada usia itu sudah lama pensiun atau berjuang untuk mengimbangi kecepatan permainan modern. Messi? Dia membawa Argentina ke final Piala Dunia lainnya. Dia tidak sedang sekadar bertahan di level ini, dia mendominasinya. Itulah perbedaannya.”

Sir Alex menambahkan bahwa rahasia utama Messi terletak pada visinya.

“Otak sepak bolanya puluhan tahun lebih maju dari siapa pun. Dia tidak perlu lagi berlari lebih cepat dari Anda karena dia sudah melihat tiga umpan berikutnya sebelum Anda mengambil langkah pertama.”

Mentalitas Juara dan Kehancuran Inggris

Lebih lanjut, pelatih yang membawa Manchester United meraih Treble bersejarah pada 1999 itu menyoroti mentalitas baja Messi. Ferguson menjadikan laga semifinal melawan Inggris sebagai contoh sempurna bagaimana sang kapten mampu membalikkan keadaan di momen paling krusial.

“Setiap kali Argentina membutuhkan seseorang untuk bangkit, Messi menjawabnya. Saat Inggris berpikir mereka sudah menapakkan satu kaki di final, Messi benar-benar mengubah permainan dengan dua assist yang luar biasa. Seperti itulah wujud dari sebuah kebesaran,” tegas pria asal Skotlandia tersebut.

Ferguson juga memperingatkan tim mana pun yang mencoba menghentikan Messi di laga puncak, bahwa taktik bertahan sehebat apa pun bisa runtuh dalam sekejap mata.

“Anda dapat mengatur pertahanan Anda dengan sempurna, menugaskan dua atau tiga pemain untuk menjaganya, dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menganalisis setiap gerakannya. Semua itu tidak menjamin apa-apa karena dia hanya butuh satu detik untuk menghancurkan kerja keras selama sembilan puluh menit.”

Sepak Bola Tanpa Lionel Messi

Menutup pernyataannya, Sir Alex memberikan pesan emosional kepada seluruh penikmat sepak bola dunia untuk menghargai setiap detik yang tersisa dari karier Messi. Ia meyakini bahwa olahraga ini tidak akan pernah sama lagi ketika sang pemenang delapan Ballon d’Or itu gantung sepatu.

Comeback super dramatis! Dua gol telat Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez bawa Argentina tekuk Inggris 2-1 untuk tantang Spanyol di final Piala Dunia 2026. (Foto: Getty images)

“Saya akan mengatakan sesuatu yang mungkin tidak disukai beberapa orang, tapi saya tidak peduli. Kita tidak akan pernah melihat pesepak bola lain seperti Lionel Messi. Ketika dia pensiun, sebuah era sepak bola akan pensiun bersamanya,” ujar Ferguson.

“Nikmatilah setiap menit saat ia masih berada di atas lapangan, karena ketika Lionel Messi pergi meninggalkan sepak bola, permainan ini akan kehilangan sebagian kecil dari jiwanya. Akan ada banyak pemain hebat setelahnya, tetapi tidak akan pernah ada Lionel Messi lainnya.”