Review anime Jaadugar: A Witch in Mongolia, kisah gadis Muslim Persia di Zaman Keemasan Islam yang melawan invasi Mongol lewat ilmu pengetahuan. Tayang di Crunchyroll. (Foto: Science Saru)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia resmi tayang perdana pada 4 Juli 2026 di blok IMAnimation TV Asahi, dan langsung menjadi perbincangan penggemar anime musim panas ini setelah Science SARU mengonfirmasi tayangan perdana ini di blok “IMAnimation W” TV Asahi dan BS Asahi, dengan dua episode pertama ditayangkan sekaligus sebagai spesial satu jam.
Serial ini juga tersedia untuk penonton Indonesia lewat Crunchyroll, sementara Plus Media Networks Asia melisensikan serial ini untuk kawasan Asia Tenggara lewat Aniplus Asia.
Latar Zaman Keemasan Islam di Kota Tus
Yang membuat Jaadugar istimewa adalah pilihan latar waktu dan tempatnya. Cerita dibuka pada akhir era Keemasan Islam, latar yang jarang diangkat dalam anime, ketika perkembangan matematika, seni, dan ilmu pengetahuan sedang berkembang pesat di Timur Tengah. Kota Tus di Persia digambarkan sebagai pusat kebudayaan dan intelektual pada puncak Zaman Keemasan Islam.
Tokoh utama, Sitara, awalnya adalah gadis yang dijual sebagai budak pada 1213 Masehi di kota Tus, lalu dibeli oleh keluarga yang baik hati dan bahkan mengajarinya membaca Al-Qur’an serta menjalankan ibadah Islam. Ia diasuh oleh Lady Fatima, seorang janda yang membeli Sitara dengan harga murah, membawanya masuk ke rumah tangga para cendekiawan tempat ia belajar teologi, sastra, dan matematika.
Ilmu Pengetahuan sebagai Senjata Sitara
Tema sentral Jaadugar bukan sihir dalam arti harfiah, melainkan kekuatan ilmu pengetahuan. Karena berlatar Zaman Keemasan Islam, pendidikan yang diterima Sitara cukup mendalam, berpusat pada sains, matematika, sastra klasik, dan terutama astronomi. Julukan “jaadugar” atau penyihir yang disematkan padanya sebenarnya berasal dari cara pandang bangsa Mongol yang menganut kepercayaan syamanisme melihat pengetahuan ilmiah Sitara sebagai sesuatu yang mistis.
Ketika Tus diserbu pasukan Mongol pimpinan Tolui, putra Jenghis Khan, kehidupan damai Sitara hancur. Sitara ditangkap oleh pasukan Tolui, dan tuannya tewas saat melindunginya. Setelah dibawa ke Mongolia, ia mengambil nama Fatima dan mulai merencanakan balas dendam terhadap bangsa Mongol.
Riset Sejarah yang Jujur soal Islam
Salah satu pujian terbesar untuk serial ini datang dari cara mangaka Tomato Soup dan tim anime menggarap detail sejarah dan keagamaan. Serial ini dipuji karena penggambaran kontras antara Mongol dan Persia yang akurat, mulai dari organisasi militer hingga perbedaan agama antara Islam dan syamanisme Mongolia. Kritikus dari Anime News Network turut menyoroti bagaimana jarang ada anime yang membahas hubungan karakter dengan ajaran Islam dengan nuansa sedalam ini.
Menariknya, sosok Sitara/Fatima ternyata memiliki akar sejarah nyata. Fatima historis yang menjadi inspirasi tokoh utama adalah tawanan Persia asal Tus yang kemudian menjadi penasihat politik paling berpengaruh bagi Töregene selama masa kekuasaannya tahun 1241 hingga 1246, sebuah fakta yang membuat kisah fiksi ini terasa berpijak kuat pada sejarah.
Kekuatan Visual Khas Science Saru
Dari sisi produksi, serial ini digarap oleh Science Saru, disutradarai Abel Góngora dengan Naoko Yamada sebagai chief director, desain karakter oleh Kenichi Yoshida, serta musik garapan Kōshirō Hino.
Lagu pembuka “Stella” dibawakan oleh Sekai no Owari, sementara lagu penutup “Hoshi” dinyanyikan Queen Bee. Gaya visualnya mendapat pujian karena garis yang minimalis, palet warna lebih lembut dibanding kebanyakan anime, dan bentuk karakter yang lebih membulat, menciptakan nuansa dongeng yang justru memperkuat bobot kisah sejarahnya.
Penutup: Layak Ditonton Penggemar Sejarah dan Islam
Jaadugar: A Witch in Mongolia menawarkan sesuatu yang langka: kisah perempuan Muslim di dunia anime yang digarap dengan riset serius dan rasa hormat pada latar Zaman Keemasan Islam.
Dengan skor ulasan 9/10 dari kritikus, dua episode pembuka ini pantas masuk daftar tontonan wajib musim panas 2026, terutama bagi penggemar drama sejarah dan cerita perempuan tangguh di tengah gejolak zaman.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













