Karyawan di Jakpus menjadi korban penyekapan selama tiga pekan. (foto:infoJKT)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kasus penyekapan pekerja di kawasan Bungur, Jakarta Pusat, menyisakan kisah pilu dari para korban. Salah satunya diungkap Tegar Saputra, yang mengaku hanya digaji Rp500 ribu per bulan selama bekerja di percetakan tempat ia kemudian disekap dan disiksa.
Tegar mengatakan, selama hampir dua tahun bekerja, ia tidak pernah menerima hak dasar sebagai pekerja, termasuk jaminan kesehatan. Seluruh kebutuhan pengobatan harus ia tanggung sendiri.
“BPJS tidak ada. Kalau sakit atau butuh berobat, saya tanggung sendiri,” kata Tegar, Rabu (1/7/2026).
Kondisi ekonomi yang sulit membuatnya nekat menjual limbah pelat percetakan. Namun, keputusan itu justru menjadi awal petaka. “Waktu itu saya butuh uang untuk keluarga yang sakit,” ujarnya lirih.
Ia kemudian dituduh mencuri, hingga akhirnya mengalami kekerasan bersama dua rekannya, Adit Saputra dan Rafly Jaelani.
“Setelah dituduh, saya dipukuli, dibawa ke rumah, dan dipermalukan di depan warga,” ungkapnya.
Tak berhenti di situ, ketiganya kemudian disekap selama 21 hari di lokasi percetakan. Selama masa penyekapan, mereka mengalami penyiksaan, ancaman, hingga pemerasan.
Para korban dipaksa membayar ganti rugi hingga Rp50 juta per orang, meski nilai barang yang dipermasalahkan hanya sekitar Rp200 ribu. Tegar mengaku mendapat ancaman serius jika tidak memenuhi tuntutan tersebut.
“Kalau tidak bayar, tangan saya akan dipatahkan,” ujarnya.
Dalam kondisi tertekan, sebagian keluarga korban terpaksa memenuhi permintaan pelaku. Keluarga Adit disebut telah membayar Rp50 juta, sementara keluarga Rafly membayar Rp5 juta. Namun, pembayaran tersebut tidak serta-merta menghentikan penyiksaan.
Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian. Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk pemilik percetakan yang diduga menjadi otak di balik aksi penyekapan.
Sementara itu, para korban masih menjalani pemulihan fisik dan psikis akibat trauma yang dialami. Kasus ini menjadi sorotan karena tidak hanya mengungkap penyekapan, tetapi juga dugaan eksploitasi pekerja dengan upah yang jauh dari layak.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













