Indonesia Bisa Jadi Macan Asia, Menko AHY: Kuatkan Fundamental Ekonomi

Iwan Medium.jpeg

Kamis, 25 Juni 2026 – 20:48 WIB

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Antara/HO Kemenko IPK).

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Antara/HO Kemenko IPK).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ditanya peluang Indonesia menjadi kekuatan yang lebih diperhitungkan di negara kawasan, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan jawaban di luar dugaan.

Dia tak memulai dengan kekuatan militer yakni kapal perang atau persenjataan. Namun fokus kepada masalah yang substansial yakni ekonomi.

Kata Menko AHY, kekuatan pertahanan sebuah negara, pada akhirnya bertumpu kepada kemampuan ekonominya. Semakin kuat fondasi ekonomi sebuah negara, semakin besar kemampuannya membangun teknologi, industri strategis, dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara mandiri.

“Ekonomi kita harus tumbuh dengan baik. Karena dengan ekonomi yang tumbuh, kita punya kemampuan yang lebih besar untuk memajukan alutsista dan memajukan sumber daya manusia pertahanan kita,” kata Menko AHY saat berkunjung ke Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya, Jawa Timur, dikutip Kamis (25/6/2026).

Dia menilai, Indonesia harus terus memperkuat kemandirian teknologi pertahanan, tanpa menutup diri dari kerja sama internasional. Kerja sama dengan negara-negara yang lebih maju, perlu dimanfaatkan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi.

“Kita tidak perlu malu bekerja sama dengan negara lain. Tetapi semangat akhirnya harus sama, yaitu kita memiliki kemampuan teknologi itu sendiri,” kata putra mantan Presiden SBY itu.

Menko AHY menyebut sejumlah langkah yang perlu terus diperkuat, mulai dari transfer of knowledge, transfer of technology, joint research hingga joint production.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan kekuatan maritim tidak hanya berbicara tentang kapal perang dan personel Angkatan Laut. Di belakangnya terdapat ekosistem besar yang harus dibangun secara simultan, mulai dari pelabuhan, industri galangan kapal, jalur logistik laut, hingga pengembangan ekonomi biru.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan sektor maritim sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Menko AHY, pembangunan ekonomi dan pembangunan pertahanan, tidak bisa dipandang sebagai dua agenda yang terpisah. “Kita ingin menjaga kedaulatan. Kita ingin mandiri. Dan semua itu dimulai dari kemampuan bangsa membangun kekuatannya sendiri,” pungkas Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat itu. 
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang