Herve Renard saat melatih timnas Arab Saudi mengamati permainan timnya saat melawan Indonesia pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024). (Foto: Antara Foto/Aprillio Akbar/foc).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kekalahan telak 1-5 dari Swedia di laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 langsung memakan korban. Federasi Sepak Bola Tunisia resmi mendepak Sabri Lamouchi dari kursi pelatih dan langsung menunjuk peracik taktik kawakan, Herve Renard, sebagai suksesornya.
“Federasi Sepak Bola Tunisia mengumumkan penunjukan Herve Renard sebagai pelatih tim nasional hingga akhir Piala Dunia 2026,” bunyi pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Tunisia melalui akun media sosialnya yang dipantau di Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Langkah pemecatan Lamouchi diambil tanpa berlama-lama setelah skuad Tunisia hancur lebur di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko. Hasil minor tersebut menjadi tamparan keras yang meruntuhkan mentalitas tim sekaligus menyudutkan posisi mereka di papan klasemen.
Bergerak cepat demi menyelamatkan nasib tim di turnamen, federasi langsung mengikat Herve Renard per Selasa (16/6/2026). Pelatih asal Prancis tersebut langsung memegang komando persiapan tim dan dilaporkan menerima fasilitas serta sokongan finansial yang setara dengan yang didapatkan Lamouchi sebelumnya.
Pelatih berusia 57 tahun ini bukan sosok sembarangan di panggung internasional. Renard merupakan aktor intelektual di balik performa impresif Arab Saudi pada Piala Dunia edisi sebelumnya. Karakter kepelatihannya yang disiplin, kokoh dalam organisasi pertahanan, dan memiliki mentalitas petarung diharapkan mampu membangkitkan Tunisia dari keterpurukan.
Ujian perdana Renard sudah di depan mata. Ia harus menakhodai Tunisia dalam laga hidup-mati melawan Jepang pada 20 Juni mendatang yang kembali digelar di Stadion BBVA. Pertandingan ini menjadi laga krusial yang menentukan apakah Tunisia masih layak bersaing atau harus angkat koper lebih awal.
Tunisia sendiri terjebak di Grup F yang tergolong berat bersama Swedia, Jepang, dan Belanda. Akibat kekalahan memalukan di laga perdana, tim berjuluk Elang Kartago ini harus rela mendekam di dasar klasemen sementara.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











