Amran: Stok Beras Nasional Melimpah, Jangan Mainkan Harga!

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 15 Juni 2026 – 10:44 WIB

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: Dok. Bapanas)

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: Dok. Bapanas)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional dalam kondisi melimpah. Oleh karena itu, ia menyatakan tidak ada alasan terjadinya kelangkaan beras di tengah masyarakat.

“Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah meminta Satgas turun ke lapangan. Tidak ada yang langka. Tolong tidak ada pangan, khususnya beras, makanan pokok kita, yang langka,” kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Ia memastikan ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri tidak mengalami kendala. Stok beras nasional dipastikan sangat kuat, di mana stok cadangan yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,3 juta ton hingga awal Juni 2026.

Gudang Penuh, Satgas Pangan Gelar Razia

Guna menjaga stabilitas pasokan, Amran meminta Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Satgas Pangan Polri) bersama-sama menggelar pemeriksaan langsung ke lapangan.

“Kami bersama Satgas Pangan memantau seluruh Indonesia. Jangan dibuat langka. Tidak ada yang langka. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,3 juta ton,” ujarnya.

“Kemampuan gudang kita sebenarnya 3 juta ton, tetapi kita sudah sewa untuk 2,3 juta ton lagi. Ini merupakan capaian tertinggi selama Indonesia merdeka,” tambah Amran.

Produksi Indonesia Tertinggi di Dunia

Menurut Amran, keberhasilan produksi beras Indonesia diakui dalam laporan Rice Outlook edisi Mei 2026 yang diterbitkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). USDA mencatat produksi beras dunia periode 2025–2026 naik 1,5 juta ton, dari 541,3 juta ton pada April menjadi total 542,8 juta ton.

Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan kenaikan angka produksi beras tertinggi bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.

Namun, jika dibandingkan dengan ketiga negara tersebut, hanya Indonesia yang memiliki total produksi beras setahun mencapai lebih dari 30 juta ton. Sebagai perbandingan, Nigeria berada di angka 5,9 juta ton, Pantai Gading 1,7 juta ton, dan Vietnam komersialnya di angka 26,2 juta ton.

Ancam Tindak Tegas Pedagang Nakal

Amran mengingatkan para pelaku usaha agar tidak mempermainkan harga beras di pasar karena jumlah pasokan nasional saat ini sangat mencukupi.

Kondisi saat ini jauh berbeda dengan masa lalu ketika stok di gudang Bulog hanya berkisar 1 juta ton, yang sering kali memicu kenaikan harga hingga berujung pada kebijakan impor. Saat ini, Indonesia berada dalam kondisi surplus beras dan telah berhasil mencapai swasembada pangan.

“Sekali lagi, seluruh pedagang beras di Indonesia, jangan mempermainkan harga. Kami sudah sepakat dengan Satgas Pangan dan seluruh Dirkrimsus se-Indonesia. Kami putuskan untuk terus memantau, dan yang nakal akan kita tindak tegas,” ujar Amran.

Selain itu, ia juga mendorong Bulog untuk memaksimalkan penyaluran beras premium, di samping beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang merupakan beras kelas medium.

Bulog Didorong Pasok Ritel Modern

Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mendorong Bulog untuk segera mengisi kekurangan pasokan beras di pasar swalayan atau ritel modern.

Langkah ini dinilai sebagai kesempatan emas bagi Bulog dalam memasarkan produk beras komersialnya karena Bulog telah memiliki merek beras premium sendiri.

“Bukan langka. Saya kira dari hasil kunjungan kami ke lapangan, di ritel modern beras itu masih ada, memang tidak banyak tetapi tersedia. Ini kesempatan Bulog untuk masuk. Bulog kan punya produk seperti Befood, Punokawan, dan Setra Ramos. Nah, kekurangan pasokan ini bisa diisi oleh Bulog,” ucap Ketut.

Bapanas mencatat per 12 Juni 2026, stok beras komersial yang ada di Bulog berada di angka 11,4 ribu ton. Di sisi lain, realisasi penyerapan setara beras untuk pasokan komersial juga terus berjalan, kini telah mencapai 45,5 ribu ton dari target total pengadaan sebesar 3,1 juta ton.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang