#SellSingapore (Foto: Ilustrasi/AI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Warganet menyerukan dukungan terhadap produk dan layanan dalam negeri, sebagai upaya peningkatan ekonomi Indonesia. Sekaligus bentuk perlawanan terhadap narasi ‘Sell Indonesia‘ yang diglorifikasi media asing di Singapura.
Selain itu, warganet juga menyerukan pengurangan penggunaan sejumlah barang buatan Singapura. Atau produk yang dianggap berasal dari Singapura. Alhasil, sejumlah poster boikot beredar luas di platform media sosial (medsos).
Di antaranya menampilkan nama bank, aplikasi transportasi, loka pasar, hingga perusahaan makanan yang dikaitkan dengan Singapura.
Selain itu, banyak perusahaan yang tercatat di pasar saham Singapura (SGX) namun asetnya berada di dalam negeri. Sebut saja, First Resources yang berkode saham EB5, harga sahamnya nyungsep 31 persen.
Atau Bumitama Agro Ltd berkode emiten BPP, sahamnya anjlok 29,6 persen; Golden Agri Resources Ltd (GAR) berkode emiten E5H, harga sahamnya terjun bebas 22,8 persen, serta Wilmar International Ltd berkode emiten F34, harga sahamnya ambruk 12,9 persen.
Kepekaan publik Indonesia ini setelah banyaknya narasi #SellIndonesia yang sebelumnya diduga bermula dari media Singapura. Hal ini sekaligus menguatkan sentimen nasionalisme ekonomi dan ajakan untuk memperkuat industri dalam negeri.
Meski demikian, hingga saat ini, belum ada seruan resmi dari pemerintah Indonesia untuk memboikot produk atau perusahaan asal Singapura.
Narasi #SellSingapore menguat setelah muncul berbagai diskusi di media sosial terkait penguatan ekonomi nasional.
Hal ini berkaitan dengan langkah pemerintah membangun sistem yang lebih terintegrasi dalam pengelolaan investasi, ekspor, dan impor melalui Danantara.
Selain itu, perdebatan mengenai hubungan ekonomi Indonesia-Singapura serta isu aliran modal ke luar negeri turut memicu munculnya seruan untuk lebih mengutamakan produk dan layanan dalam negeri.
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong merespons kebijakan baru pemerintah Indonesia yang menerapkan sistem ekspor satu pintu untuk 3 komoditas sumber daya alam strategis.
Dari kebijakan tersebut, ekspor kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi akan dikelola melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Gan Kim Yong mengatakan Singapura memahami setiap negara memiliki prioritas dan tantangan tersendiri dalam mengelola sumber daya alamnya. Atas hal itu, Singapura menghormati langkah yang diambil Indonesia.
Dalam konferensi pers pada Selasa (9/6), Gan menyebut, Singapura akan tetap menjadi mitra yang siap bekerja sama dengan Indonesia.
Ia menegaskan, Singapura ingin memastikan hubungan perdagangan dan rantai pasok antara kedua negara tetap berjalan lancar meski ada perubahan regulasi.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









