Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar.(Foto: dok-bpom)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat ekosistem swamedikasi (self-care) yang aman dan bertanggung jawab di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui penguatan regulasi, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan literasi kesehatan masyarakat.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengatakan tren swamedikasi kini menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan modern.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sebanyak 78,43 persen masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi sebagai langkah awal menjaga kesehatan.
“Angka ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Namun negara harus hadir memastikan setiap masyarakat yang melakukan self-care memperoleh produk farmasi yang aman, bermutu, berkhasiat, serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Taruna Ikrar dalam keterangannya, dikutip Minggu (7/6/2026).
Taruna menegaskan regulasi merupakan fondasi utama dalam membangun budaya self-care yang bertanggung jawab. Regulasi berfungsi melindungi masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional, penyalahgunaan obat, peredaran produk ilegal, hingga maraknya misinformasi kesehatan di ruang digital.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat kerangka regulasi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sejumlah regulasi telah diterbitkan untuk mendukung sistem pengawasan tersebut, di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, PerBPOM Nomor 14 Tahun 2024 dan PerBPOM Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pengawasan Obat dan Makanan Secara Daring, PerBPOM Nomor 20 Tahun 2025 tentang Standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), serta PerBPOM Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Melalui Peran Serta Masyarakat.
Selain penguatan regulasi, BPOM juga terus mengembangkan konsep kolaborasi Academia-Business-Government (ABG) sebagai strategi memperluas akses masyarakat terhadap produk self-care yang aman dan berkualitas.
“Kolaborasi ABG menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang kuat. Bersama akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah, kita dapat mendorong inovasi sekaligus memastikan perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” jelas Taruna Ikrar.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna juga memberikan apresiasi kepada para apoteker yang selama ini menjadi penjaga mutu obat di berbagai sarana pelayanan kefarmasian.
Menurutnya, apoteker memiliki posisi strategis dalam menjembatani sains, regulasi, praktik lapangan, dan kebutuhan masyarakat sehingga penggunaan obat berlangsung secara aman, efektif, dan rasional.
“Apoteker adalah garda terdepan penjaga mutu self-care. Kompetensi dan integritas apoteker merupakan aset berharga dalam sistem kesehatan nasional. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme apoteker harus terus didukung sebagai investasi jangka panjang bagi ketahanan kesehatan bangsa,” tegasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













