Purbaya Berburu Utang ke China dan Inggris, Ekonom: Neraca Pembayaran Defisit

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 7 Juni 2026 – 11:21 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kalau tak ada aral melintang, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal terbang ke China. Agendanya untuk berburu utang baru lewat promosi Panda Bond yang berdenominasi yuan. Lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor akan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia. 

Menanggapi rencana ini, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengatakan, pernyataan bahwa keuangan Indonesia tidak bermasalah, hanyalah ilusi.

“Faktanya, neraca pembayaran mengalami defisit berkelanjutan. Pemerintah termasuk Bank Indonesia, harus menarik utang untuk menutupi defisit neraca pembayaran,” ungkap Anthony di Jakarta, Sabtu (7/6/2026).

Dia menerangkan, cadangan devisa saat ini, dibangun di atas tumpukan kewajiban utang luar negeri yang angkanya luar biasa. Sedangkan total utang luar negeri mencapai lebih dari 430 miliar dolar AS.

“Sedangkan cadangan devisa per April 2026, tersisa 146,2 miliar dolar AS. Tekor besar. Utang luar negeri menguap untuk membiayai defisit transaksi berjalan,” imbuhnya.

Ketika terjadi gejolak global seperti konflik Iran pada saat ini, lanjut Anthony, membuat kreditor asing menarik kembali dananya besar-besaran. Selanjutnya mereka memindahkannya ke instrumen investasi yang lebih aman di luar negeri. “Malang tak dapat ditolak, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, anjlok luar biasa,” kata Anthony.

Kondisinya diperburuk dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang tidak menentu, tidak ada dasar dan tiba-tiba. Membuat investor semakin khawatir. Akibatnya, arus duit asing keluar atau capital outflow sulit dibendung. Nilai rupiah pun terjun bebas, sulit ditolong.

“Narasi Indonesia banyak duit, kini menjadi senyuman sinis di kalangan investor. Setiap orang berhitung. Fiskal mengalami defisit, transaksi berjalan juga defisit. Jadi, uang dari mana kalau bukan dari utang,” imbuhnya.

Dalam keadaan terjepit, lanjutnya, pemerintah berusaha keras menjual surat utang. Untuk menumpuk devisa yang sudah turun 10,3 miliar dolar AS, selama 4 bulan pertama di 2026.

Sebelumnya, Purbaya menyatakan rencana kunjungan ke China dan Inggris di pertengahan bulan ini. Untuk mempromosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global.

“Minggu depan, saya ke China. Tanggal 16 (Juni) ke China untuk promosi Panda Bond,” kata Purbaya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Setelah dari China, Purbaya melanjutkan kunjungan kerja ke Inggris untuk bertemu sejumlah investor. Rencananya, Purbaya akan menyampaikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Agar mereka tertarik untuk memborong surat utang negara alias SUN.  “Untuk meyakinkan bahwa memang kita menjalankan kebijakan ekonomi yang baik,” ujarnya.

Rangkaian kunjungan itu, kata Purbaya, menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas basis investor. Langkah tersebut juga mendukung strategi diversifikasi sumber pembiayaan negara melalui penerbitan surat utang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang