Wayan Sudira, menunjukkan hasil kerajinan tangan khas Bali yang akan dijadikan produk ekspor ke mancanegara. (Dok. PNM)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Limbah kayu di pesisir Bali yang sebelumnya kerap dianggap masalah, kini disulap menjadi produk yang menghasilkan cuan. Kayu-kayu tersebutt diolah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi hingga menembus pasar ekspor.
Wayan Sudira, pelaku usaha mikro sekaligus nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) asal Denpasar, mengolah limbah kayu laut menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual.
Sejak bergabung dengan PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) pada 2017, Wayan memperoleh akses pembiayaan dan pendampingan usaha yang membantu pengembangan bisnisnya. Kini dirinya memiliki dua workshop di Singaraja dan Tegallalang serta mempekerjakan 45 karyawan.
“Saya yakini karena jalan Tuhan. Dari kayu yang terbuang, astungkara bisa menjadi rezeki untuk keluarga, untuk karyawan, dan untuk orang-orang di sekitar. Jadi yang bisa kami lakukan adalah terus bersyukur, menjaga kepercayaan, dan bekerja sebaik-baiknya,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).
Kini, usaha yang ia bangun telah memiliki dua workshop yang berlokasi di Singaraja dan Tegallalang, serta mempekerjakan 45 karyawan saat itu.
Tidak sedikit dari mereka merupakan masyarakat sekitar, serta mantan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi COVID-19. Di saat pandemi membuat banyak usaha mikro dan kecil melemah, ia justru mendapatkan permintaan yang semakin besar dari pasar mancanegara.
Hingga kini, hampir setiap hari, karya-karya Wayan dikirim ke berbagai negara seperti Selandia Baru, Australia, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, hingga Amerika Serikat.
Capaian tersebut diakuinya bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang rasa syukur karena dapat mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap sisa menjadi manfaat bagi lingkungan dan sesama.
Kisah ini menjadi contoh bagaimana pembiayaan dan pendampingan PNM dapat memperluas dampak usaha mikro dan kecil, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.
Limbah pantai yang semula menjadi tantangan, diolah menjadi produk bernilai, membuka lapangan kerja bagi masyarakat, serta membantu keluarga untuk ikut bertumbuh bersama usaha tersebut.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













