Ilustrasi tawuran. (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kawasan Cakung, Jakarta Timur, mendadak mencekam pada Rabu (22/4/2026) siang. Ketegangan pecah saat sekelompok warga mendatangi kantor penagih kendaraan atau yang akrab disapa “Mata Elang” (Matel).
Aksi saling serang sempat terjadi sebelum akhirnya aparat kepolisian turun tangan meredam situasi.
Adapun kronologi lengkap detik-detik bentrokan tersebut berawal dari penarikan motor di jalan.
Pemicu keributan ini sebenarnya terjadi di luar wilayah Cakung. Awalnya, seorang warga (bukan penduduk asli Cakung) diberhentikan oleh kelompok Matel di jalan.
Karena urusan tunggakan, sepeda motor milik warga tersebut akhirnya ditarik paksa oleh mereka.
Tak terima motornya diambil begitu saja, pemilik kendaraan tersebut lantas menghubungi rekan-rekannya. Rasa solidaritas dan kekesalan memicu mereka untuk bergerak mendatangi kantor pusat kelompok Matel tersebut yang kebetulan berada di wilayah hukum Polsek Cakung.
Setibanya di lokasi, ketegangan tak terelakkan. Adu mulut berubah menjadi aksi saling serang dalam waktu singkat. “Karena mungkin kesal, mereka datang ke kantor Matel itu,” ujar Kapolsek Cakung, AKP Andre Tri Putra.
Beruntung, baku hantam ini hanya berlangsung singkat, sekitar 5 hingga 10 menit, namun cukup untuk membuat warga sekitar panik.
Mendapat laporan adanya massa yang membludak, Polsek Cakung langsung bereaksi cepat. Seluruh personel kepolisian dikerahkan melalui prosedur Panggilan Luar Biasa (PLB). Dalam rekaman yang viral di media sosial, petugas bahkan terlihat bersiaga dengan pelontar gas air mata untuk menghalau massa agar tidak saling mendekat.
Meski sempat terjadi aksi anarkis, polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Petugas segera mengumpulkan pihak-pihak yang bertikai untuk diberikan pengarahan, hingga akhirnya massa membubarkan diri secara teratur.
Hingga saat ini, personel kepolisian masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi adanya aksi balasan. Sementara itu, pihak kantor Matel dikabarkan tengah menyiapkan laporan resmi ke Polres Jakarta Timur terkait perusakan atau gangguan yang terjadi di kantor mereka.
“Kondisi saat ini sudah aman. Anggota masih siaga untuk memastikan situasi tetap kondusif,” tutup AKP Andre.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












