Perayaan HUT TMII ke-51 (foto:inilahcom/vonita)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menandai perjalanan 51 tahunnya dengan menghadirkan rangkaian program yang berfokus pada pelestarian budaya Indonesia secara berkelanjutan melalui tema “Preservasi Budaya Tanpa Henti.”
Dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-51 pada 18, 19, 24, 25, dan 26 April 2026. Perayaan tersebut menargetkan jumlah kunjungan mencapai 100 ribu orang selama periode penyelenggaraan.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah pagelaran tari Gelora Nusantara yang melibatkan 1.000 penari dari 34 provinsi. Pertunjukan ini disebut memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Selain itu, sejumlah kegiatan lain turut diselenggarakan, di antaranya Experience Bali in a Day, Icip-Icip Nusantara, Kecak Glow in The Dark, Shinta Obong, serta Gunungan Hasil Bumi.
Sejumlah program juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk konser Gegap Gempita Nusantara yang diinisiasi Anjungan DKI serta Taman Cahaya oleh Kementerian Kebudayaan.
Senior Vice President Corporate Secretary InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan TMII memiliki peran dalam penguatan identitas bangsa melalui sektor pariwisata budaya.
“Sebagai strategic holding BUMN, InJourney memandang TMII bukan sekedar destinasi wisata, melainkan instrumen penguatan identitas bangsa dan sebagai platform nation branding Indonesia,” kata Yudhistira dalam keterangannya, Jakarta, dikutip Minggu (19/4/2026).
Yudhistira menambahkan revitalisasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga tata kelola, kurasi program, dan digitalisasi layanan. Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru dan lebih bermakna bagi para pengunjung.
“Hal ini tentu kami lakukan agar TMII kembali pada marwahnya sebagai ‘Showcase of Indonesia’ yang modern namun tetap relevan. Ke depan, kami juga berharap TMII semakin kokoh sebagai destinasi budaya unggulan yang menghadirkan pengalaman bermakna serta dalam memperkuat ekosistem pariwisata nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM) Gistang Richard Panutur menyebut preservasi budaya menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi wisata. Menurutnya, budaya memberikan identitas, menghadirkan pengalaman yang autentik bagi pengunjung serta memperluas potensi peningkatan kesejahteraan bagi komunitas yang ada.
“Melalui TMII, kami mendorong pendekatan yang lebih relevan dan inklusif, dengan melibatkan komunitas, seniman, serta pelaku ekonomi kreatif agar budaya tidak hanya ditampilkan, tetapi benar-benar dihidupkan. Dengan demikian, pariwisata tidak hanya menjadi ruang kunjungan, tetapi juga ruang interaksi, pembelajaran, dan pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Gistang dalam keterangannya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Direktur Utama TMII Ratri Paramita mengatakan peringatan HUT ke-51 menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya Indonesia. Ia menilai pengusungan tema ‘Preservasi Budaya Tanpa Henti’ salah satu cara agar budaya bangsa dapat dilestarikan dan dipelajari oleh masyarakat.
“Melalui semangat Preservasi Budaya Tanpa Henti, kami ingin memastikan bahwa budaya tidak berhenti sebagai warisan, tetapi terus hidup, dimaknai, dan diwariskan lintas generasi. TMII hadir sebagai ruang di mana masyarakat tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan dan terlibat langsung dengan budaya Indonesia,” tuturnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












