Aksi teror tentara penjajah Israel terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat. (Foto: AFP/Zain Jaafar)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Agresi militer penjajah Israel tak hanya menghanguskan Jalur Gaza, tetapi juga menyisakan luka mendalam di Tepi Barat. Masyarakat Tahanan Palestina atau Palestinian Prisoners’ Society (PPS) melaporkan, lebih dari 23.000 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, telah ditangkap oleh pasukan Zionis sejak dimulainya operasi militer pada Oktober 2023 lalu.
Angka yang dirilis pada Minggu (19/4/2026) ini mencakup seluruh individu yang sempat ditahan, baik yang hingga kini masih mendekam di balik jeruji besi maupun yang telah dibebaskan. Ironisnya, penangkapan ini dilakukan secara membabi buta, mulai dari penggerebekan rumah, penghadangan di pos pemeriksaan militer, hingga penyanderaan warga sipil.
Anak-anak dan Jurnalis Jadi Sasaran
Laporan PPS mengungkap data yang menyayat hati. Dari total penangkapan tersebut, terdapat 700 kasus yang melibatkan perempuan dan sekitar 1.800 kasus yang menyasar anak-anak. Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk melumpuhkan mentalitas generasi muda Palestina.
Tak hanya warga sipil, pers pun tak luput dari serangan. Tercatat lebih dari 240 jurnalis telah ditangkap sejak perang pecah. Hingga saat ini, 43 di antaranya masih ditahan, termasuk tiga jurnalis perempuan. Kekejaman ini bahkan merenggut nyawa; seorang jurnalis asal Nablus, Marwan Harzallah, dilaporkan tewas dalam tahanan Israel.
Vandalisme dan Eksekusi Lapangan
PPS menegaskan bahwa aksi penangkapan ini selalu dibarengi dengan tindak kekerasan dan pelanggaran HAM berat. Para tahanan dan keluarga mereka kerap mengalami pemukulan, intimidasi, hingga perusakan rumah secara luas.
“Pasukan penjajah melakukan vandalisme, penyitaan uang, perhiasan emas, hingga penghancuran infrastruktur publik, terutama di kamp pengungsi Tulkarm dan Jenin,” tulis laporan tersebut.
Lebih mengerikan lagi, laporan ini juga mencatat adanya praktik eksekusi di lapangan terhadap anggota keluarga tahanan selama proses penangkapan berlangsung. Interogasi intensif yang melibatkan ribuan orang di Tepi Barat dan Gaza menjadi potret kelam di bawah pendudukan Zionis yang kian brutal.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










