Kasus Bullying 3 Siswa SD di Bengkulu Jadi Urusan Polisi! Begini Kronologinya

Ivan Medium.jpeg

Kamis, 16 April 2026 – 17:17 WIB

Polres Rejang Lebong Bengkulu (foto:Antara/Nur Muhamad)

Polres Rejang Lebong Bengkulu (foto:Antara/Nur Muhamad)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Aparat Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Bengkulu, tengah menangani kasus dugaan perundungan (bullying) dan kekerasan fisik terhadap tiga orang pelajar sekolah dasar (SD) di wilayah itu oleh 13 orang kakak kelas korban.

Aksi perundungan ini terjadi di SDN 47 Rejang Lebong, Kecamatan Bermani Ulu Raya, yang melibatkan belasan siswa kelas VI sebagai terduga pelaku.

“Kejadiannya dilaporkan terjadi pada Selasa, tanggal 14 April 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Korban merupakan tiga orang pelajar kelas III dan IV yang diduga mengalami kekerasan fisik dari senior mereka,” kata Kasi Humas Polres Rejang Lebong AKP M Hasan Basri di Mapolres Rejang Lebong, Rabu (15/4/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif perundungan tersebut dipicu oleh rasa tersinggung para pelaku lantaran adanya aksi saling ejek nama orang tua antara korban dan para pelaku yang berjumlah 13 orang itu.

Aksi kekerasan ini, kata dia, diketahui telah berlangsung cukup lama, yakni sejak awal Maret hingga puncaknya pada 14 April 2026.”Korban bersama dua rekannya sering mendapatkan kekerasan fisik dan perundungan. Modusnya, para korban dipanggil oleh salah satu pelaku ke dalam ruang kelas VI, kemudian pintu ditutup. Di dalam ruangan itulah para korban dipukuli dan ditendang secara bersama-sama,” kata Kasi Humas.

Korban enggan melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua maupun guru karena berada di bawah tekanan dan ancaman dari para pelaku yang merupakan kakak kelas mereka.

Akibat kejadian itu ketiga korban dilaporkan mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh serta mengalami trauma psikologis yang cukup mendalam.

Polres Rejang Lebong saat ini mengupayakan mediasi antara pihak orang tua korban dengan keluarga yang terlibat, mengingat baik korban maupun terduga pelaku masih di bawah umur.

Dia mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak guna mencegah terulangnya aksi serupa di lingkungan pendidikan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang