Mensos Apresiasi Kitabisa, Salurkan Rp13,2 Miliar untuk Bantu Pasien Tidak Mampu

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 14 April 2026 – 21:11 WIB

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menerima audiensi dengan jajaran Kitabisa di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Foto: Biro Humas Kemensos/ Ikhwan Syah Ishar)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menerima audiensi dengan jajaran Kitabisa di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Foto: Biro Humas Kemensos/ Ikhwan Syah Ishar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi platform crowdfunding Kitabisa atas kolaborasi dengan Kementerian Sosial dalam membantu pembiayaan pengobatan ratusan pasien tidak mampu sepanjang 2025.

Dalam audiensi di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026), Gus Ipul menyebut kerja sama tersebut menjadi bentuk konkret gotong royong sosial untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera.

“Ada lebih dari 300 pasien yang dibantu melalui kerja sama dengan sekitar 100 rumah sakit. Ini bantuan nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Gus Ipul.

Berdasarkan data, sepanjang 2025 program kolaborasi ini telah menyalurkan bantuan sebesar Rp13,2 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membantu 368 pasien dengan total 362 kali pencairan yang disalurkan ke berbagai rumah sakit guna mempercepat penanganan medis.

Selain pembiayaan tindakan medis, bantuan juga mencakup kebutuhan penunjang selama proses pengobatan pasien, sehingga meringankan beban keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Gus Ipul menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan platform filantropi digital akan terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat.

“Ke depan, kolaborasi ini akan terus ditingkatkan untuk membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Co-Founder dan President Kitabisa, Alfatih Timur, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Sosial yang memungkinkan penggalangan dana dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, sinergi dengan pemerintah menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan transparan.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk rumah sakit dan pemangku kepentingan lain, guna memastikan pasien dari kelompok rentan dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem filantropi di Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, khususnya di sektor kesehatan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang