Keadaan Pak Tarno setelah mengalami penipuan penggelapan mobil. (Dokumentasi: Inilah.com/ Reyhaanah)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Di bawah rindang pepohonan kawasan Kota Tua Jakarta, seorang pria berkemeja merah menyala dengan topi khas duduk santai di bangku taman.
Sesekali ia berbincang dengan orang di sekitarnya, menikmati suasana yang ramai oleh pengunjung.
Pria itu adalah Pak Tarno, sosok yang dikenal luas lewat aksi sulap dan gaya khasnya. Namun hari itu, ia tidak sedang tampil di atas panggung. Ia hanya menghabiskan waktu di ruang publik, seperti kebiasaannya belakangan ini.
Kehadiran Pak Tarno di sejumlah tempat umum kerap menimbulkan salah tafsir.
Tidak sedikit yang mengira ia turun ke jalan karena alasan ekonomi. Padahal, aktivitas tersebut justru menjadi cara sederhana bagi dirinya untuk tetap aktif dan menjaga kondisi mental.
“Kalau kegiatan Bapak aktif terus, malah dia di rumah terus itu, apa sakit ya. Pengennya malah menghibur, malah dia pengennya kalau mau ada job terus tiap hari pengennya karena itu aktivitasnya dia setiap hari biasanya gitu,” kata Manajer Pak Tarno, Laura saat berbincang dengan Inilah.com, Minggu (12/4/2026).
Menurut Laura, kebiasaan Pak Tarno beraktivitas di luar rumah bukan tanpa alasan. Ia menyebut, rutinitas tersebut membantu menjaga semangat dan kesehatan batin sang pesulap, terutama di tengah perubahan aktivitas pekerjaan.
Selain itu, kegiatan berjualan yang kerap dilakukan Pak Tarno juga menjadi alternatif untuk tetap produktif ketika belum ada panggilan mengisi acara hiburan.
“Kalau ada Senin sampai Jumat itu Ibu Bapak ini ya berjualan ya kan ke sekolah-sekolahan. Bapak di situ malah seneng dia, karena imajinasinya emang untuk mengeluarkan bim salabim-nya emang dari situ,” sambung Laura.
Interaksi dengan masyarakat, khususnya anak-anak, menjadi momen yang memberi energi tersendiri bagi Pak Tarno. Dari situ, ia seolah kembali pada masa-masa aktifnya sebagai pesulap yang menghibur banyak orang.
“Jadi nanti kalau sudah melakukan itu udah pasti sehat tuh di hati beliau. Tapi kalau hanya dia diam di rumah tiduran ya tambah puyeng,” tambahnya sambil tertawa kecil bersama Pak Tarno.
Kehadiran Pak Tarno juga kerap menarik perhatian pengunjung. Sejumlah warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, tampak antusias menyapa dan mengabadikan momen bersamanya.
Usai berfoto, Pak Tarno biasanya membagikan kartu kecil bertuliskan ‘BEST OF THE BEST TRADITIONAL MAGICIAN, Master TARNO’. Kartu tersebut menjadi penanda ia masih membuka jasa hiburan untuk berbagai acara, seperti ulang tahun, khitanan, hingga pernikahan.
Meski kondisi fisiknya tidak seprima dulu, semangat Pak Tarno untuk tetap menghibur masyarakat belum surut. Aktivitasnya di ruang publik bukan untuk mengamen ataupun mengemis, melainkan bagian dari rutinitas yang ia nikmati.
“Jadi Kalau bapak misalkan hari ini menikmati udara di Kota Tua, ya bukan berarti beliau itu mengamen bukan! Itu yang bilang Bapak itu mengamen mah itu hanya hoaks. Itu hanya orang untuk menjatuhkan Bapak ya dibilangnya ngemis itu hanya orang manusia-manusia yang pikirannya otaknya kotor, itu hanya untuk menjatuhkan suatu reputasi artis,” tutur Laura.
Bagi Pak Tarno, berada di luar rumah, berinteraksi dengan orang-orang, dan menikmati suasana kota menjadi cara sederhana untuk menjaga dirinya tetap seimbang. Tanpa panggung besar, ia tetap menemukan ruang untuk merasa hidup dan terhubung dengan banyak orang.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










