KPK Segel Sejumlah Ruang di Kantor PUPR Tulungagung dan Rumah Bupati Gatut

Nebby Medium.jpeg

Sabtu, 11 April 2026 – 16:35 WIB

KPK membawa belasan pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan menumpangi bus umum usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam di Mapolres Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (11/4/216). (Foto: Antara/Destyan Sujarwoko).

KPK membawa belasan pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan menumpangi bus umum usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam di Mapolres Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (11/4/216). (Foto: Antara/Destyan Sujarwoko).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel sejumlah ruangan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo pada Jumat (10/4) malam.

Penyegelan tersebut terlihat dari sejumlah ruangan yang digembok dan dipasangi segel berwarna merah bertuliskan “dalam pengawasan KPK”. Informasi itu juga diperkuat dengan beredarnya video berdurasi 37 detik di media sosial yang memperlihatkan kondisi ruangan di kantor dinas tersebut.

“Iya, ada yang disegel di dalam,” kata salah seorang petugas jaga gedung Dinas PUPR Tulungagung.

Dari rekaman video yang beredar, terdapat empat ruangan yang disegel, yakni ruang Bidang Sumber Daya Air, Bidang Bina Marga, ruang staf administrasi Bina Marga, serta ruang Kepala Dinas PUPR.

Pada segel tersebut juga tertulis larangan untuk merusaknya tanpa izin penyelidik KPK.

Selain di kantor Dinas PUPR, KPK juga dikabarkan melakukan penyegelan di rumah dinas Bupati Tulungagung yang berada di kompleks Pendopo Kongas Arum Kusumaningrum. Akses menuju lokasi tersebut saat ini ditutup dengan penjagaan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul. 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” kata Budi Prasetyo dalam keterangan melalui pesan singkat.

Ia menambahkan, dari total 18 orang yang diamankan dalam OTT tersebut, sebanyak 13 orang telah dibawa ke Jakarta secara bertahap.

“Dalam rangkaian kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur ini, dari total delapan belas orang yang diperiksa dan diamankan pada Jumat (10/4), selanjutnya tiga belas orang di antaranya dibawa ke Jakarta hari ini secara bertahap,” kata Budi mengonfirmasi perkembangan pada Sabtu siang, sekitar pukul 14.00 WIB.

Budi menjelaskan, Bupati Gatut tiba lebih dahulu pada pagi hari. Selanjutnya, pada tahap kedua tim membawa 11 orang, disusul satu orang lainnya pada tahap ketiga.

“Pada tahap pertama, Bupati Gatut Sunu sudah tiba pagi sekitar pukul 06.50 WIB. Kemudian siang, tahap kedua tim membawa sebelas orang, dan tahap ketiga membawa satu orang,” paparnya.

Seluruh pihak yang dibawa ke Jakarta terdiri atas Bupati Tulungagung, 11 orang dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta satu orang dari pihak lain.

Para pihak tersebut saat ini menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK. Selain itu, penyidik juga mengamankan barang bukti, di antaranya berupa uang tunai.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang