Teka-teki mengenai langkah Apple di pasar ponsel lipat mulai menemui titik terang. Raksasa teknologi asal Cupertino ini dikabarkan tidak hanya sekadar menyiapkan perangkat layar tekuk, tetapi juga menyiapkan identitas baru yang sangat prestisius: iPhone Ultra.
Laporan terbaru dari pembocor teknologi ternama, Digital Chat Station di Weibo, mengungkapkan bahwa ponsel lipat perdana Apple akan hadir dengan format layar lebar. Penggunaan nama ‘Ultra’ disinyalir menjadi strategi Apple untuk memosisikan perangkat ini di puncak kasta tertinggi, baik dari segi fitur maupun harga, melampaui lini Pro Max yang ada saat ini.
Langkah Apple ini bahkan dilaporkan telah membuat para kompetitor di China ‘gerah’. Sejumlah produsen seperti Huawei dan Xiaomi dikabarkan mulai mempertimbangkan label ‘Ultra’ untuk perangkat lipat mereka sendiri guna menandingi daya tawar Apple di pasar premium.
September 2026 Jadi Momentum Penentuan
Simpang siur mengenai jadwal rilis pun perlahan mengerucut. Mengutip laporan Mark Gurman dari Bloomberg, Kamis (9/4/2026), Apple berniat meluncurkan iPhone lipat ini pada September 2026. Jadwal ini berbarengan dengan siklus rutin peluncuran model iPhone 18 Pro.
Meski demikian, jalan menuju peluncuran tersebut tidak sepenuhnya mulus. Kabar dari Gurman sekaligus menepis laporan media Jepang, Nikkei, yang sebelumnya menyebutkan adanya penundaan hingga 2027 akibat kendala rekayasa teknis. Gurman menegaskan bahwa laporan penundaan tersebut ‘tidak tepat’, meski ia mengakui bahwa rencana Apple masih bisa berubah sewaktu-waktu.
“Waktu peluncurannya belum final,” tulis Gurman, menekankan bahwa Apple tetap berupaya menjaga jadwal agar ponsel lipat tersebut bisa tersedia di pasaran segera setelah iPhone 18 Pro dirilis.
Tantangan Rekayasa dan Produksi Massal
Salah satu ganjalan utama dalam pengembangan iPhone Ultra—atau yang sebelumnya sering disebut iPhone Fold—adalah desain layarnya yang sangat rumit. Apple dikenal sangat perfeksionis dalam urusan estetika dan daya tahan, terutama untuk mengurangi bekas lipatan pada layar.
Analis Ming-Chi Kuo sebelumnya sempat memprediksi bahwa tantangan produksi ini berpotensi membatasi pasokan unit saat peluncuran perdana. Saat ini, perangkat tersebut dikabarkan masih dalam tahap verifikasi teknik (engineering verification).
Namun, tanda-tanda kehadiran fisik perangkat ini semakin kuat. Informasi yang beredar menunjukkan Apple telah memulai produksi percobaan. Meningkatnya kebocoran informasi dari rantai pasok menunjukkan bahwa lebih banyak mitra manufaktur telah mendapatkan akses ke perangkat tersebut untuk uji coba awal.
Persaingan di Ruang Premium
Kehadiran iPhone Ultra bukan sekadar soal perangkat keras. Fokus publik kini tertuju pada bagaimana Apple akan mengoptimalkan perangkat lunak iOS untuk format layar lipat lebar, sebuah area di mana kompetitor seperti Huawei dengan Pura X2-nya sudah mulai mencuri start.
Huawei dikabarkan tengah menyiapkan perangkat serupa dengan layar dalam 7,69 inci dan layar luar 5,5 inci yang didukung chip Kirin terbaru. Jika Apple resmi menggunakan nama Ultra, persaingan di ruang premium akan semakin sengit.
‘Ultra’ bukan lagi sekadar label pemasaran, melainkan standar baru bagi semua merek yang ingin mendominasi pasar ponsel lipat masa depan.













