Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (6/4/2026). (Foto: ANTARA/Uyu Septiyati Liman).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengadaan ribuan motor listrik (molis) untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat dalam anggaran tahun 2025, sebelum dirinya menjabat sebagai menkeu.
Namun, Purbaya menjelaskan untuk tahun ini belanja MBG yang bukan prioritas dipastikan tidak ada.
“Saya tanya semalam, tahun ini ada atau tidak. Enggak ada. Jadi, tahun ini tidak ada lagi pembelian. Tahun lalu itu ada miskomunikasi kali dari anak buah saya ke saya. Seingat saya, saya tanya sudah ditolak. Tapi ternyata sebagian sempat lolos,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Ia mengatakan pengadaan molis untuk operasional MBG telah diajukan sebelum dirinya menjadi menkeu. Meski begitu, Purbaya menegaskan ke depan tidak ada lagi belanja MBG selain untuk bahan makanan.
“Mungkin juga sudah diajukan sebelum saya jadi menteri, jadi saya nggak tahu. Tapi nanti kita lihat lagi ke depan. Yang jelas ke depan tidak ada lagi,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, pengadaan molis tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Selanjutnya, Dadan memastikan molis tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait karena kendaraan yang tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
Dadan mengatakan, molis akan disalurkan ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di daerah sulit. “Ya program ini kan menjangkau daerah-daerah yang sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah yang hanya bisa dilalui dengan motor. Itu untuk menunjang operasional,” ujar Dadan.
Dia membantah jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit dan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. “Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan pada 2025,” ucapnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













