Misteri di balik kemarahan Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma dan kegagalannya menepis penalti saat Tim Nasional Italia disingkirkan secara tragis oleh Bosnia dan Herzegovina akhirnya terungkap.
Sebuah skandal mengejutkan terbongkar setelah seorang anak gawang (ball boy) berusia 14 tahun secara terbuka mengaku telah mencuri catatan rahasia (cheat sheet) arah penalti milik kiper Gli Azzurri tersebut.
Laga final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada Selasa (31/3) lalu, harus diselesaikan melalui drama adu tos-tosan.
Italia yang bermain dengan 10 orang sukses menahan imbang tuan rumah 1-1 hingga babak perpanjangan waktu berakhir.
Donnarumma, yang punya reputasi sebagai pahlawan adu penalti Italia saat menjuarai Euro 2020, secara mengejutkan tampil di bawah standar. Ia gagal menebak atau menepis satu pun tendangan dari para algojo Bosnia.
Usai adu penalti, eks kiper Paris Saint-Germain itu tertangkap kamera mengamuk dan berteriak ke arah penjaga gawang Bosnia, Nikola Vasilj.
Tuduhan Salah Alamat dan Pengakuan Sang Pelaku
Awalnya, Donnarumma menuduh Vasilj sebagai dalang yang mencuri kertas sontekan miliknya yang disembunyikan di bawah handuk sebelum babak adu penalti dimulai.
Saking marahnya, Donnarumma bahkan tertangkap kamera mencoba merobek catatan milik kiper lawan sebagai bentuk balas dendam.
Namun, tuduhan tersebut ternyata salah sasaran. Pelaku sebenarnya adalah seorang ball boy bernama Afan Cizmic.
Remaja 14 tahun yang juga tergabung dalam skuad muda klub lokal Celik itu membeberkan aksi “pencuriannya” secara blak-blakan kepada stasiun televisi setempat.
“Saya melihat ada sesuatu di sebelah handuk dan langsung menyadari apa itu. Saya mengambilnya dan langsung menyembunyikannya,” ungkap Cizmic tanpa ragu.
“Kertas itu berisi semua indikasi (arah tendangan) para pemain kami. Tanpa daftar itu, Donnarumma terpaksa harus bergerak hanya dengan mengandalkan insting,” tambahnya.
Meski tindakan Cizmic jelas merupakan perilaku tidak suportif dan melanggar fair play, aksinya justru dielu-elukan oleh publik tuan rumah.
Sejumlah pendukung Timnas Bosnia saat ini bahkan tengah mendesak federasi sepak bola mereka untuk memberikan hadiah kepada sang ball boy. Mereka menuntut agar Cizmic diterbangkan ke Amerika Utara untuk menjadi maskot resmi tim di Piala Dunia 2026 atas jasanya “menyingkirkan” raksasa sepak bola Eropa tersebut.












