Enzo Fernandez dari Chelsea memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah kekalahan timnya dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025/26 antara Paris Saint-Germain FC dan Chelsea FC di Parc des Princes pada 11 Maret 2026 di Paris, Prancis. (Foto: Justin Setterfield/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Keputusan Chelsea untuk menjatuhkan sanksi skorsing kepada gelandang andalannya, Enzo Fernández, memicu reaksi keras dari kubu sang pemain. Sang agen, Javier Pastore, secara terbuka mengecam sanksi tersebut dan melabelinya sebagai tindakan yang “sangat tidak adil”.
Sanksi ini dijatuhkan langsung oleh pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, pada Jumat (3/4). Imbasnya, Fernández dipastikan absen dalam dua pertandingan krusial The Blues, yakni laga perempat final Piala FA melawan Port Vale , Sabtu (4/4), serta duel sengit Liga Inggris (Premier League) kontra Manchester City pada akhir pekan depan.
Hukuman ini merupakan buntut dari pernyataan kontroversial Fernández dalam sebuah siniar (podcast) pekan ini, di mana gelandang asal Argentina tersebut secara terang-terangan menyatakan keinginannya untuk tinggal di Madrid. Komentar ini sontak memanaskan rumor kepindahannya ke raksasa Spanyol, Real Madrid, meskipun ia masih terikat kontrak di Stamford Bridge hingga tahun 2031.
“Hukuman ini sangat tidak adil,” tegas Pastore kepada The Athletic.
“Melarang pemain bertanding selama dua laga krusial, di mana kualifikasi Liga Champions sedang dipertaruhkan dan dia adalah salah satu pemain terpenting, tidak memiliki alasan atau pembenaran yang jelas.”
Pastore menambahkan bahwa kliennya sama sekali tidak bermaksud merendahkan klub. Menurutnya, Enzo hanya menyebut “Madrid” sebagai sebuah kota, tanpa secara spesifik menyebut nama klub atau menyatakan niat hengkang dari Chelsea.
“Rencana kami setelah Piala Dunia adalah bertemu dengan Chelsea lagi, dan jika tidak ada kesepakatan, kami akan menjajaki opsi lain,” ancam sang agen. Sebelumnya, pasca-kekalahan Chelsea dari Paris Saint-Germain di Liga Champions bulan lalu, Fernández juga sempat berujar bahwa ia tidak tahu apakah akan bertahan di klub musim depan.
Pembelaan Pelatih dan Status Ban Kapten
Menanggapi kisruh ini, pelatih Liam Rosenior menegaskan bahwa keputusan sanksi tersebut diambil demi menjaga kultur internal tim.
“Sangat mengecewakan mendengar Enzo berbicara seperti itu. Saya tidak punya kata-kata buruk tentangnya, tetapi ada batas yang dilewati dalam hal budaya dan apa yang ingin kami bangun di klub ini,” ungkap Rosenior.
Meski menjatuhkan skorsing, Rosenior memastikan bahwa status wakil kapten yang disandang gelandang berusia 25 tahun itu tidak akan dicabut. Rosenior mengklaim bahwa dirinya dan Enzo telah melakukan percakapan yang tenang dan tetap memiliki hubungan yang luar biasa.
Standar Ganda Kasus Marc Cucurella?
Keputusan tegas Rosenior terhadap Fernández ini memicu sorotan lain. Pasalnya, pelatih asal Inggris tersebut mengonfirmasi tidak akan menjatuhkan sanksi disiplin apa pun kepada bek Marc Cucurella, meski pemain asal Spanyol itu baru saja memberikan wawancara kontroversial yang mengkritik kebijakan transfer klub dan pemecatan mantan pelatih Enzo Maresca.
Dalam wawancaranya, Cucurella menyebut pemecatan Maresca pada bulan Januari telah menggoyahkan stabilitas tim dan mengaku “berkecil hati” dengan kebijakan klub yang hanya fokus merekrut pemain muda di tengah ambisi meraih trofi.
Terkait hal ini, Rosenior mengaku hanya melakukan pendekatan persuasif. “Saya kecewa dengan arah wawancara Marc. Saya pikir dia seharusnya berbicara kepada kami terlebih dahulu tentang perasaannya. Namun, saya ingin para pemain tahu bahwa mereka bisa berbicara secara terbuka dan jujur demi kebaikan klub,” kilah Rosenior terkait perbedaan perlakuan tersebut.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













