Mayoritas Publik Menolak RI Gabung ke BoP-Kirim Pasukan ke Gaza, 3 Lembaga Survei Ungkap Alasannya

Vonita Medium.jpeg

Kamis, 2 April 2026 – 17:02 WIB

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi (kedua kiri) bersama sejumlah tokoh dalam forum diskusi Rilis Survei dan Diskusi bertajuk “Legitimasi Publik atas Perang Amerika–Israel dan Iran” di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi (kedua kiri) bersama sejumlah tokoh dalam forum diskusi Rilis Survei dan Diskusi bertajuk “Legitimasi Publik atas Perang Amerika–Israel dan Iran” di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana pemerintah bergabung dalam inisiatif Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, serta kebijakan pengiriman pasukan ke Gaza.

“Mayoritas responden menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju Indonesia menjadi bagian dari Board of Peace,” kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam forum diskusi Rilis Survei bertajuk “Legitimasi Publik atas Perang Amerika–Israel dan Iran” di Hotel Sari Pacific, Selasa (2/4/2026).

Burhanuddin menjelaskan dalam survei tersebut responden diberikan lima pilihan jawaban untuk mengakomodasi mereka yang belum memiliki sikap. Hasilnya, 17,2 persen responden mengaku tidak memiliki pendapat atau bersikap netral.

Namun demikian, jumlah responden yang menyatakan tidak setuju berada pada angka 50,9 persen. Sedangkan responden yang menyatakan setuju berjumlah 26,1 persen dan sisanya memilih tidak bersikap.

Selain itu, Burhanuddin mengungkap pihaknya juga mengukur sikap publik terhadap rencana pemerintah mengirim sekitar 8.000 tentara ke Gaza. Hasilnya menunjukkan dukungan publik terhadap kebijakan itu relatif terbatas.

“Yang menyatakan setuju kebijakan pengiriman pasukan itu hanya sekitar 33 sampai 34 persen,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin menyebut meskipun tingkat responden ketidaksetujuan atas kebijakan tersebut berjumlah 44,9 persen. Sedangkan 16,2 persen menyatakan sikap netral dan 5,1 persen tidan bersikap.

Survei ini merupakan hasil kerja sama Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik, dan SaifulMujani Research and Consulting.

Adapun, survei ini dilakukan pada 12 hingga 31 Maret 2026 dengan melibatkan 1.066 responden yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dengan margin of error lebih kurang 6 persen. 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang