Sistem pertahanan udara Arab Saudi sukses menggagalkan gelombang serangan udara masif dengan mencegat dan menghancurkan total 56 pesawat nirawak (drone) bermusuhan. Rentetan drone tersebut dilaporkan menargetkan berbagai wilayah strategis di seluruh penjuru Kerajaan Arab Saudi, memicu kewaspadaan tingkat tinggi di tengah memanasnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Sebagaiamana dikutip inilah.com dari saudigazette, Juru Bicara Resmi Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, mengonfirmasi keberhasilan operasi pertahanan lintas udara tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Al-Malki memaparkan bahwa puluhan drone itu datang dalam beberapa gelombang serangan beruntun dan berhasil dilumpuhkan sebelum mencapai targetnya.
Salah satu insiden yang paling menjadi sorotan adalah pencegatan sebuah drone bermusuhan yang ditembak jatuh saat berusaha mendekati kawasan elite Diplomatic Quarter di ibu kota Riyadh, area sensitif yang menjadi lokasi berbagai kedutaan besar dan misi diplomatik negara asing.
Lebih lanjut, Al-Malki merinci penyebaran titik pencegatan armada drone tersebut yang bermanuver menyasar area sipil maupun infrastruktur strategis. Serangan udara ini secara masif terkonsentrasi di Provinsi Timur (Eastern Province) dan wilayah Tengah (Central regions).
Selain itu, sistem pertahanan Arab Saudi juga harus bekerja keras menghancurkan belasan drone lainnya yang terdeteksi di kegubernuran Al-Kharj serta kawasan gurun Empty Quarter.
Gelombang serangan udara ini menunjukkan intensitas ancaman yang sangat tinggi dan terkoordinasi. Berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan, operasi pencegatan dilakukan secara bertahap seiring dengan masuknya drone ke wilayah udara Saudi dari berbagai arah.
Militer Arab Saudi tercatat menembak jatuh drone tersebut dalam berbagai formasi penyusupan, mulai dari kelompok kecil di wilayah Timur dan Al-Kharj, hingga formasi pencegatan besar di mana tujuh, sembilan, dan bahkan dua belas drone bermusuhan sekaligus dihancurkan tepat setelah menembus batas wilayah udara Kerajaan.
Otoritas Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk terus melindungi kedaulatan negara dan memastikan keselamatan warga sipil dari segala bentuk ancaman udara yang mencoba mengganggu stabilitas nasional.












