Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, bertanding di final, Minggu (25/1/2026). Alwi menjuarai Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan pemain tunggal Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, 21-5, 21-6. (Foto: inilah.com/Bagas)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, menilai seluruh peserta di All England 2026 memiliki peluang yang sama untuk meraih hasil terbaik, termasuk dia yang melakoni debutnya pada ajang tertua itu.
Hal itu dikemukakan Alwi setelah sejumlah unggulan justru tersingkir lebih awal dari turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 1000 tersebut.
Beberapa nama besar yang sudah angkat koper di antaranya unggulan pertama asal China, Shi Yu Qi, serta unggulan ketiga dari Denmark, Anders Antonsen. Belum lagi, unggulan kedelapan Alex Lanier, yang menambah daftar wakil Eropa yang terhenti di babak 32 besar.
Alwi melihat fenomena tersebut menjadi gambaran betapa ketatnya persaingan di sektor tunggal putra.
“Beberapa pemain ungulan langsung tersingkir di babak pertama menjadi bukti nyata bahwa di tunggal putra, unggulan tidak selalu menjadi patokan,” ujar Alwi, Kamis (05/03/2026).
Alwi memandang, siapa saja punya kesempatan untuk meraih hasil maksimal pada ajang Super 1000.
“Bahwa siapapun bisa memenangkan pertandingan, semua mempunyai kesempatan menang yang sama jadi siapa yang lebih siap dia yang akan memenangkan pertandingan,” lanjutnya.
Sebelumnya, juara Indonesia Masters 2026 itu berhasil melaju ke babak kedua atau 16 besar usai menyingkirkan wakil India, Ayush Shetty.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Rabu (4/3/2026), Alwi yang menjalani debut di turnamen Super 1000 tersebut menang dramatis lewat pertarungan tiga gim 19-21, 21-9, 21-17 dalam tempo 1 jam 15 menit.
Pada babak 16 besar, Alwi akan menghadapi wakil Taiwan, Chou Tien Chen, yang berstatus unggulan ketujuh. Chou melangkah ke babak berikutnya setelah rekan senegaranya, Chi Yu Jen, mundur saat pertandingan berlangsung dengan skor 17-21, 21-14, 11-3.
Sementara berbicara soal debutnya di All England, Alwi memilih bersyukur sekaligus bangga dengan pencapain tersebut. Ia mengatakan kesempatan itu sebagai mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan.
“Pertama-tama, alhamdulillah pastinya. Suatu kehormatan dan suatu kebanggaan bagi saya sendiri bisa bermain di All England. Mimpi yang menjadi kenyataan,” ucap Alwi.














