Adu Mulut Tucker Carlson vs Dubes Mike Huckabee: Siapa yang Sebenarnya Dibela AS?

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 21 Februari 2026 – 17:54 WIB

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, dalam sebuah wawancara panas bersama jurnalis senior Tucker Carlson bertajuk 'The Tucker Carlson Show' yang tayang di YouTube pada Jumat (20/2/2026). (Foto: Dok. The Tucker Carlson Show)

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, dalam sebuah wawancara panas bersama jurnalis senior Tucker Carlson bertajuk ‘The Tucker Carlson Show’ yang tayang di YouTube pada Jumat (20/2/2026). (Foto: Dok. The Tucker Carlson Show)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sebuah wawancara berdurasi 150 menit di Terminal Diplomatik Bandara Ben-Gurion menjadi panggung adu argumen yang sangat panas. Jurnalis konservatif kawakan, Tucker Carlson, mencecar Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, dengan tuduhan telak: lebih memprioritaskan kepentingan Israel ketimbang negara asalnya sendiri, Amerika Serikat.

Wawancara bertajuk The Tucker Carlson Show yang tayang di YouTube pada Jumat (20/2/2026) ini mengungkap ketegangan mendalam di internal loyalis sayap kanan AS terkait kebijakan luar negeri di Timur Tengah. Carlson secara blak-blakan menyebut Huckabee seolah ‘bekerja untuk Israel‘, sebuah tudingan yang membuat sang dubes berkali-kali harus menunjuk lencana bendera Amerika di kerah bajunya sebagai pembelaan diri.

Dosa Masa Lalu: Kasus Jonathan Pollard

Carlson membuka serangan dengan mengungkit pertemuan Huckabee dengan Jonathan Pollard, mantan analis intelijen Angkatan Laut AS yang divonis karena memata-matai Amerika demi Israel pada era 1980-an. Carlson menyebut Pollard sebagai ‘pengkhianat terbesar dalam sejarah modern Amerika’.

Huckabee berdalih pertemuan selama 30 menit di kedutaan itu hanyalah kunjungan belasungkawa setelah istri Pollard wafat. Namun, Carlson tidak menerima alasan itu, mengingat Pollard pernah secara terbuka menyerukan agar warga Yahudi Amerika memiliki loyalitas ganda yang lebih mengutamakan Israel ketimbang nyawa mereka sendiri.

Kontroversi ‘Amalek’ dan Korban di Gaza

Ketegangan mencapai puncaknya saat membahas retorika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Carlson mengutip rujukan Netanyahu terhadap ‘Amalek’—istilah teologis yang dalam Kitab 1 Samuel 15 memerintahkan penumpasan total, termasuk wanita dan anak-anak.

“Itu adalah seruan genosida,” tegas Carlson.

Huckabee membantah keras. Ia berargumen bahwa jika Israel berniat melakukan genosida, mereka bisa melakukannya hanya dalam waktu dua setengah jam dengan kekuatan militer yang ada. Namun, saat didesak soal angka kematian warga sipil, suasana makin keruh.

Berdasarkan data yang ada, berikut adalah statistik krusial yang menjadi bahan perdebatan:

  • Korban Anak di Gaza: Kementerian Kesehatan Gaza (yang dikelola Hamas) melaporkan lebih dari 17.000 anak tewas sejak 7 Oktober 2023. Meski angka ini belum diverifikasi independen, Carlson menyoroti skala tragedi ini secara tajam.
  • Populasi Kristen: Carlson menuding Israel menindas umat Kristen, namun data Biro Pusat Statistik Israel menunjukkan pertumbuhan dari 34.000 jiwa (1949) menjadi sekitar 185.000 jiwa saat ini.
  • Bantuan Militer AS: Sejak 7 Oktober 2023, AS telah mengucurkan bantuan militer langsung sedikitnya US$16,3 miliar, bahkan mencapai US$21,7 miliar menurut estimasi Quincy Institute.

Huckabee sempat memicu amarah Carlson saat menyebut beberapa anak berusia 14 tahun yang tewas sebagai ‘anak-anak teroris’ (terror kids) karena direkrut oleh Hamas. “Apakah Anda mendengar diri Anda sendiri?” balas Carlson tak percaya.

Ironi Dana Pajak Amerika

Carlson juga membidik ironi kebijakan bantuan AS. Ia mempertanyakan mengapa Amerika mengirimkan miliaran dolar ke negara yang menyediakan layanan kesehatan universal dan aborsi gratis bagi warganya, sementara rakyat Amerika sendiri kesulitan mendapatkan fasilitas serupa.

Huckabee menjawab diplomatis bahwa uang dari AS hanya digunakan untuk kepentingan militer, bukan untuk subsidi kesehatan atau aborsi.

Insiden Penahanan di Ben-Gurion

Drama tidak berakhir di meja wawancara. Usai berbincang dengan Huckabee, Tucker Carlson mengaku ia dan timnya sempat ditahan oleh aparat keamanan Israel di Bandara Ben-Gurion.

“Paspor kami disita. Salah satu produser saya diinterogasi di ruang terpisah. Mereka bertanya apa yang kami bicarakan dengan Duta Besar Huckabee,” ungkap Carlson kepada Daily Mail.

Carlson pun menyentil sikap Huckabee yang seolah tutup mata atas insiden yang menimpa warga negaranya sendiri. “Jika Anda warga Amerika di Israel, Anda harus sadar bahwa pemerintah Anda akan lebih membela kepentingan pemerintah Israel ketimbang Anda,” sindir Carlson tajam.

Wawancara ini meninggalkan pertanyaan besar bagi publik Amerika: Di tengah kucuran dana yang fantastis, sejauh mana pengaruh Washington atas sekutu terdekatnya itu?