Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM: UPF Kerap Timbulkan Salah Persepsi di Masyarakat

Ivan Medium.jpeg

Senin, 16 Februari 2026 – 17:17 WIB

Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Gajah Mada (Foto:BGN)

Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Gajah Mada (Foto:BGN)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Forum diskusi nasional mengenai miskonsepsi Ultra Processed Food (UPF) merekomendasikan pentingnya komunikasi publik yang lebih tepat dan berbasis sains dalam menyampaikan isu pangan olahan kepada masyarakat.

Rekomendasi tersebut dihasilkan dari Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Gajah Mada pada Jumat (13/2).

Salah satu poin penting yang disepakati adalah perlunya penggunaan istilah yang lebih tepat dalam komunikasi publik guna menghindari kebingungan dan stigma negatif terhadap pangan olahan.

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Sri Raharjo, menyampaikan bahwa istilah UPF kerap menimbulkan salah persepsi di masyarakat.“Pangan olahan tidak seharusnya dipandang negatif hanya karena melalui proses. Yang menentukan kualitasnya adalah komposisi, pengawasan, dan kesesuaian dengan kebutuhan gizi. Oleh karena itu, istilah yang digunakan dalam komunikasi publik harus lebih tepat dan tidak menimbulkan stigma,” ungkap Sri.

Forum juga menegaskan bahwa pemanfaatan pangan olahan tetap dapat menjadi solusi dalam penyediaan gizi yang aman dan terjangkau, selama diformulasikan dan diawasi secara ketat.

Ke depan, hasil FGD ini akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan dan materi edukasi publik guna memperkuat literasi gizi masyarakat serta mendukung keberhasilan program MBG secara berkelanjutan.