Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar berbicara kepada awak media di Jakarta, Senin (9/2/2026). (Foto: inilah.com/Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Prestasi bersejarah Timnas Futsal Indonesia yang sukses menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026 hingga kini belum diikuti dengan pemberian bonus kepada para pemain.
Kondisi tersebut diakui secara terbuka oleh Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, yang menyebut keterbatasan finansial federasi menjadi kendala utama.
Michael berharap ada perhatian dan apresiasi dari pemerintah maupun pihak swasta terhadap capaian skuad Garuda Asia, yang dinilainya setara dengan prestasi besar di ajang multi-event internasional.
“Kalau bicara soal bonus, saya harus jujur. Kapasitas saya sebagai Ketua Umum terbatas. Karena itu saya berharap ada perhatian juga dari pemerintah, seperti saat SEA Games kemarin,” ujar Michael kepada awak media di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Timnas Futsal Indonesia mencatat sejarah dengan melaju hingga partai final Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya.
Dalam laga puncak, Indonesia memaksa Timnas Futsal Iran bermain imbang 5-5 hingga babak tambahan waktu, sebelum akhirnya kalah dramatis lewat adu penalti. Pencapaian tersebut bahkan melampaui target awal federasi yang hanya membidik babak perempat final.
Menurut Michael, prestasi di level Asia itu tidak kalah membanggakan dibandingkan medali emas SEA Games 2025 yang sebelumnya diraih Indonesia. Karena itu, ia menilai wajar jika para pemain berharap adanya bentuk apresiasi konkret atas perjuangan mereka.
“Prestasi kami di AFC ini menurut saya tidak kalah hebat dari emas SEA Games. Ini juga menjadi pertanyaan dari para pemain. Ada yang menyampaikan harapan soal apresiasi. Tapi saya juga harus jujur, kapasitas saya terbatas,” katanya.
Michael menegaskan, ke depan FFI harus dikelola secara lebih profesional agar tidak semata bergantung pada kemampuan finansial individu yang menjabat sebagai ketua umum. Ia menilai federasi olahraga idealnya memiliki sistem pendanaan yang kuat dan berkelanjutan.
“Harapan saya, federasi ke depan dikelola secara profesional. Bukan hanya orang-orang yang punya modal besar yang bisa jadi Ketua Umum,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak sanggup memberikan bonus secara langsung kepada para pemain.
Namun, Michael membuka harapan besar terhadap dukungan sponsor, sektor swasta, serta campur tangan pemerintah untuk memberikan apresiasi yang layak.
“Saya tidak sanggup memberikan bonus secara langsung. Tapi saya berharap dari swasta, dari sponsor-sponsor, dan tentunya perhatian dari pemerintah,” ucapnya.
Lebih jauh, Michael menilai perjuangan para pemain, termasuk M. Iqbal Rahmatullah dan rekan-rekannya, layak mendapat penghargaan setimpal. Menurutnya, apresiasi bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk pengakuan negara terhadap dedikasi atlet yang membawa nama Indonesia di level tertinggi Asia.
“Kami semua mengakui pencapaian kemarin itu sangat luar biasa. Kita harus terus memberi apresiasi dan motivasi, bukan hanya untuk futsal, tapi semua cabang olahraga,” katanya.
Michael berharap pesan tersebut dapat sampai kepada para pemangku kebijakan yang memiliki kapasitas untuk memberikan dukungan nyata. Baginya, penghargaan terhadap prestasi atlet menjadi kunci untuk menjaga semangat, motivasi, dan kesinambungan prestasi olahraga nasional ke depan.














