Menko Infrastruktur dan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026). (Foto: Inilah.com/Diana).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menko Infrastruktur dan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersyukur jika saat ini, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif. Bahkan, kini sudah di atas 5 persen di tengah gejolak geopolitik yang semakin tak pasti.
“Dan tentunya kita berharap bisa terus mengejar pertumbuhan yang tinggi. Mengapa? Karena kita harus memanfaatkan jendela yang begitu terbatas, kita berupaya untuk menjadikan bonus demografi sebagai modal besar kita untuk keluar dari yang sering disebut sebagai middle income trap, jebakan kelas menengah,” tutur Menko AHY di Kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
Ia juga berharap dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, nantinya Indonesia dapat naik kelas menjadi negara yang berpendapatan tinggi. Tak hanya itu, menurut AHY, pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pemerataan dan keadilan.
“Tidak boleh kemudian menyisakan justru ada lapisan masyarakat yang prasejahtera, yang terjebak dalam kemiskinan apalagi kemiskinan ekstrem. Itulah mengapa Bapak Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pertumbuhan tinggi, tapi merata di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan bila pihaknya berupaya setiap infrastruktur yang dibangun dapat menjangkau daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T), termasuk kawasan perbatasan agar tidak terjadi ketimpangan yang semakin ekstrem.
Begitu juga dengan biaya logistik yang menurut AHY perlu dikurangi, artinya konektivitas harus diperkuat.
“Konektivitas tentu bukan hanya di darat karena negara kepulauan meniscayakan penguatan sektor maritim, sektor penerbangan udara. Agar sekali lagi biaya pembangunan ini bisa lebih terjangkau. Belum lagi berbicara kualitas hidup, artinya perumahan rakyat harus ditingkatkan, sarana pendidikan, kesehatan, semua itu juga penting,” ungkapnya.












