Suasana pemakaman Capt. Andy Dahananto pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di pemakaman umum (TPU) Ranca Sadang, Desa Sodong, Tigaraksa, Minggu (25/1/2026). D(okumentasi: Inilah.com/ Syahidan)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Jenazah Capt. Andy Dahananto pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dimakamkan di pemakaman umum (TPU) Ranca Sadang, Desa Sodong, Tigaraksa, Minggu (25/1/2026).
Pantauan di lokasi, prosesi pemakaman berlangsung sejak sekitar pukul 12.10 WIB. Iring-iringan ambulans yang membawa jenazah tiba di area pemakaman dengan diantar keluarga, kerabat, rekan sesama pilot, serta warga sekitar.
Petugas pemakaman tampak menyiapkan peralatan sejak siang hari. Liang lahat berada di bagian tengah TPU, tidak jauh dari akses jalan utama desa.
Suasana pemakaman berlangsung khidmat. Tangis keluarga pecah saat peti jenazah diturunkan dari ambulans dan dibawa menuju liang lahat. Istri dan anak almarhum terlihat beberapa kali menyeka air mata, didampingi kerabat dekat.
Adapun, jenazah Capt. Andy Dahananto, pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), tiba di rumah duka di Perumahan PWS Tigaraksa, RT 03/RW 06, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (25/1/2026).
Kedatangan jenazah korban kecelakaan pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, tersebut berlangsung sekitar pukul 10.59 WIB. Sebelumnya, jenazah telah melalui prosesi upacara penghormatan dan penyerahan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Politeknik AUP, Jakarta Selatan.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana duka menyelimuti rumah almarhum. Sejumlah kerabat dan anggota keluarga telah menunggu sejak pagi untuk menyambut kedatangan jenazah. Mereka silih berganti melayat dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Selain keluarga, rekan kerja serta sahabat almarhum dari keluarga besar Indonesia Air Transport turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Capt. Andy Dahananto merupakan salah satu dari enam kru pesawat yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Selain dirinya, korban lain dari unsur kru yakni Copilot Muhammad Farhan Gunawan, Hariadi, Restu Adi Pribadi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.










