Bupati Aceh Tamiang Sebut 216 Desa Lumpuh, 8 Ribu Hektar Sawah Tertimbun Lumpur

Clara Medium.jpeg

Selasa, 30 Desember 2025 – 13:08 WIB

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi saat rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana bersama pemerintah dan pimpinan DPR, Selasa (20/12/2025).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi saat rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana bersama pemerintah dan pimpinan DPR, Selasa (20/12/2025).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi menyampaikan hampir seluruh desa di wilayahnya lumpuh akibat banjir dan tanah longsor.

Dia mengungkapkan Masyarakat Aceh Tamiang bersama Pemerintah berusaha bangkit selama satu bulan terakhir usai bencana.

Hal itu diungkapkan saat rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana bersama pemerintah dan pimpinan DPR, Selasa (20/12/2025).

“Kami laporkan perkembangan untuk di Aceh Tamiang, kami laporkan 12 kecamatan dengan 216 desa di wilayah kami semuanya terimbas terkena banjir bandang dan semuanya dalam keadaan lumpuh. Kami berusaha selama satu bulan kami bangkit Alhamdulillah kami dibantu dari BNPB dari TNI Polri,” ujar Armia dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring.

Armia mengatakan, ribuan personel TNI dan Polri telah dikerahkan untuk membantu proses pembersihan lumpur dan kayu sisa bencana. Dia menyebut pihaknya kini membutuhkan alat berat untuk membersihkan lumpur di seluruh desa-desa.

“Saat ini jumlah TNI ada sekitar 3.385 orang, Polri ada 877 orang yang di-BKO-kan ke Aceh Tamiang. Semuanya saat ini bekerja dengan keras untuk menangani lumpur sampai ke desa-desa, dari ibu kota kabupaten sampai ke desa-desa, karena memang inilah yang menyebabkan lumpuhnya perekonomian,” kata dia.

Lebih lanjut, Armia menambahan untuk arus lalu lintas dan logistik dari Medan ke Banda Aceh sudah dapat ditempuh melalui jalur darat. Namun masih ada beberapa jalan yang macet lantaran kondisi aspal yang mulai keropos atau berlubang.

“Kemudian kami lapor juga untuk jembatan yang paling parah itu ada empat jembatan yaitu mulai desa Balingkarang, Pematang Durian, Lubuk Sidup dan desa Pangkalan,” ucapnya.

Disisi lain, Armia juga menyampaikan ada beberapa petani yang nekat untuk tetap menanam padi meski lahan sawah mereka tertimbun lumpur.

“Karena terus terang saja 8.000 hektar lebih sawah kami semua tertimbun lumpur, tapi ada petani yang nekat di atas lumpur tersebut dia tetap menanam padi, kita liat gimana hasilnya, Insya Allah ini bisa kita upayakan,” tutur dia.