Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic mengaku kecewa atas performa Semen Padang FC dalam lawatan mereka ke markas Madura United pada laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (28/12/2025) malam, Kabau Sirah harus menyerah dengan skor mencolok 1-5 atas tuan rumah.
Gelontoran gol dari Madura United lahir lewat aksi Luiz Marcelo Morais alias Lulinha menit 5 dan 79, Jorge Ambrosio menit 14, Jordy Hendrik Wehrmann menit ke-55 dan Albertine Joao menit ke-72 (penalti). Sedangkan, gol hiburan Semen Padang disumbang Cornelius Stewart menit ke-56.
Hasil yang tentunya bertolak belakang dibanding laga lawan Persija Jakarta pekan lalu. Pada laga pekan ke-15 itu, Semen Padang menang 1-0 atas Macan Kemayoran yang ada di papan atas.
“Saya rasa performa kami pada pertandingan ini jauh dibanding saat laga lawan Persija. Sebenarnya kita punya banyak alasan,” ujar pelatih asal Serbia tersebut.
“Tapi yang sangat terasa adalah karena tiga pemain mendadak tidak bisa tampil. Rui Rampa cedera, sedangkan Amrizal Umanailo dan Muhammad Ridwan sakit,” katanya lagi.
Walau demikian, Dejan merasa skor telak 1-5 memang di luar prediksinya. Ia menilai, Irsyad Maulana dan kawan-kawan tidak seharusnya kalah dengan skor sebesar itu.
“Skor 1-5 terlalu besar. Kami sebenarnya punya beberapa peluang namun terbuang,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Dejan memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan. Hal itu pula yang ia tekankan kepada para pemainnya.
Sebab, Kabau Sirah masih akan melakoni sejumlah laga penting lainnya, termasuk menghadapi tim promosi PSIM Yogyakarta. Duel peka ke-16 Super League tersebut akan berlangsung pada Minggu (4/1/2026) mendatang.
“Kami tidak punya banyak waktu untuk kecewa yang berlarut-larut dan harus segera berangkat ke Yogyakarta,” tambahnya.
Mantan pelatih Madura United hingga Borneo FC itu berharap pemainnya bisa kembali dalam semangat yang positif.
“Kami harus tetap menatap ke depan. Semangat anak-anak untuk laga berikutnya harus dikobarkan. Semoga saja kami bisa memetik poin di laga berikutnya nanti,” harapnya.
Kekalahan atas Laskar Sappe Kerab membuat Semen Padang masih ada di peringkat ke-16 atau tiga terbawah yang artinya masih di zona merah. Kabau Sirah baru mengoleksi 10 poin dari 15 laga yang sudah dijalani.













