Sanksi FIFA untuk Al Nassr Cuma Bertahan 3 Hari!

Setelah menjatuhkan sanksi larangan transfer tanggal 19 Desember 2025 untuk Al Nassr, klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo, FIFA kini mencabut hukuman tersebut hanya selang 3 hari!

FIFA menghukum Al Nassr karena adanya tunggakan finansial yang belum diselesaikan oleh manajemen klub pada Jumat minggu lalu.

Namun tiga hari kemudian, FIFA mengkoreksi sanksi tersebut. Klub asal Arab Saudi itu kini kembali diperbolehkan mendaftarkan pemain baru dan melakukan aktivitas transfer tanpa hambatan.

Pencabutan sanksi FIFA ini jadi angin segar untuk klub Liga Pro Saudi tersebut yang diketahui punya sumber uang tak terbatas untuk belanja pemain. Dengan dicabutnya status Al Nassr dari daftar hitam FIFA, klub kaya raya Arab itu siap belanja banyak di bursa transfer Januari 2026.

Penambahan pemain baru dengan status bintang penting untuk Al Nassr untuk menemani Cristiano Ronaldo yang jadi bintang utama klub.

Skuad yang kompetitif akan membantu Ronaldo fokus mengejar gelar dan melupakan mimpi kembali ke Eropa.

Sanksi FIFA untuk Klub Kaya

Sanksi untuk Al Nassr diketahui berkaitan dengan masalah administrasi pembayaran pemain. Al Nassr tercatat masih memiliki kewajiban finansial berupa cicilan transfer Aymeric Laporte, bek yang mereka datangkan dari Manchester City. Nilai tunggakan yang harus dibayarkan mencapai 9 juta euro, dengan batas waktu pembayaran yang seharusnya jatuh pada 31 Agustus lalu.

Keterlambatan inilah yang kemudian memicu sanksi dari FIFA. Namun, manajemen Al Nassr bergerak cepat setelah sanksi resmi dijatuhkan. Klub langsung melunasi seluruh kewajiban pembayaran kepada pihak terkait. FIFA pun mengonfirmasi bahwa Al Nassr telah memenuhi kewajibannya dan secara resmi mencabut larangan transfer tersebut secara permanen.

Ini bukanlah kali pertama Al-Nassr menghadapi larangan transfer dari FIFA. Pada bulan Juli lalu, klub tersebut mengalami larangan serupa yang terjadi enam bulan setelah kehadiran Ronaldo di klub. Larangan waktu itu dikarenakan tunggakan hutang kepada Leicester City.

Masalah tersebut kemudian dapat diselesaikan dengan cepat sehingga tidak berimbas besar pada performa atau aktivitas transfer Al-Nassr. Namun, kejadian ini menjadi perhatian karena adanya pola pelanggaran administrasi finansial yang dilakukan klub.