Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari (kiri). (Foto: Antara/M Haris SA)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir di Provinsi Aceh mulai dilakukan sebagai bagian dari penanganan pascabencana.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pembangunan hunian sementara tersebut dimulai di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.
“Pembangunan hunian sementara di Kabupaten Pidie, sudah dimulai. Hunian sementara itu untuk 12 keluarga terdampak banjir di daerah tersebut,” kata Abdul Muhari di Banda Aceh, Rabu.
Selain Kabupaten Pidie, Abdul Muhari menyebut pembangunan hunian sementara juga telah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Untuk dua daerah tersebut, kata dia, BNPB bersama pemerintah daerah masih melakukan pengkajian lokasi serta memastikan status kepemilikan lahan. Lokasi hunian sementara harus berada di kawasan aman dan terbebas dari ancaman bencana lanjutan, seperti banjir dan tanah longsor, serta berada di atas lahan milik pemerintah daerah.
“Kalau lahan bukan milik pemerintah daerah, statusnya juga harus jelas, apakah dihibahkan atau pinjam pakai. Tujuannya untuk mencegah sengketa lahan di kemudian hari,” katanya.
Menurut Abdul Muhari, hunian sementara diperuntukkan bagi korban banjir yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat, sehingga tidak memungkinkan untuk kembali ke tempat tinggal semula.
“Hunian sementara hingga ada hunian tetap dibangun. Hunian sementara untuk memindahkan korban banjir di pengungsian agar mendapat tempat tinggal lebih layak hingga ada hunian tetap,” katanya.
Sementara itu, terkait jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana di wilayah terdampak, Abdul Muhari menyebutkan hingga Rabu (16/12/2025) korban meninggal di Provinsi Aceh tercatat sebanyak 451 jiwa. Adapun di Sumatera Utara sebanyak 364 jiwa dan di Sumatera Barat mencapai 244 jiwa.
“Untuk hari ini, ada penambahan korban meninggal dunia sebanyak enam orang, dua di Aceh dan empat di Sumatera Utara. Jadi total korban meninggal dua sebanyak 1.059 jiwa,” katanya.
Adapun jumlah pengungsi secara nasional, lanjut Abdul Muhari, tercatat sebanyak 588.226 jiwa atau menurun 17.814 jiwa dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 606.040 jiwa.
“Kami juga terus berupaya mempercepat pendirian titik pengungsian terpadu sebelum pembangunan hunian sementara. Pengungsian terpadu ini untuk memudahkan penyaluran distribusi logistik, baik pangan maupun nonpangan,” kata Abdul Muhari.













