Janji Besok Umumkan UMP 2026, Menaker Yassierli Sebut RPP-nya Menunggu Tanda Tangan Presiden

Clara Medium.jpeg

Senin, 15 Desember 2025 – 22:04 WIB

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (20/11/2024). (Foto: ANTARA/Sinta Ambar).

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (20/11/2024). (Foto: ANTARA/Sinta Ambar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli membuka peluang mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 diumumkan Selasa (16/12/2025).

Dia menegaskan, RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) UMP 2026, saat ini, sudah berada di meja Presiden Prabowo Subianto.

“RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) UMP-nya sudah di meja Pak Presiden Prabowo, tinggal ditanda-tangani. Kalau bisa hari ini, kalau enggak, besok. Sesudah itu, saya umumkan, Insha Allah,” ujar Menaker Yassierli usai Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Senin (15/12/2025).

Dia menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk mensejahterakan para buruh. Hal itu tercermin dari UMP 2025 yang naik 6,5 persen. Selanjutnya, pemerintah menggelontorkan bantuan Hari Raya serta diskon iuran JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan). Masih ada lagi, pemerintah menaikkan pemanfaatan JKP menjadi 60 persen dari gaji selama enam bulan.

“Itu menunjukkan komitmen bahwa kita sangat concern dengan kesejahteraan buruh. Kedua, kita tunggu aja, ini kami sedang menunggu tanda tangan Pak Presiden. Dan, Insha Allah beberapa bocorannya. Pertama, kita komit untuk menjalankan amanah dari MK. Artinya, kita memberdayakan Dewan Pengupahan Daerah secara aktif,” kata dia.

Lebih lanjut, Menaker Yassierli mengungkapkan, pemerintah memberikan rentang (range) penyesuaian upah, agar daerah memiliki ruang untuk menetapkan UMP sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Saat ditanya apakah kenaikan UMP 2026 lebih tinggi ketimbang tahun lalu? Bahkan isunya naik dua digit? Menaker Yassierli enggan menjawab: tunggu besok.

“Tahun lalu, tidak range. Tahun lalu kan sama satu angka (digit), dan Insha Allah arahan dari beliau tadi, dan itu yang kita usulkan. Insha Allah dalam ini bentuk range. Insha Allah, besok (diumumkan),” jelas dia.