CSR PIK2 Agung Sedayu Group luncurkan motor ambulans dan program Si Melon (Masyarakat sEhat) untuk melawan stunting di Tangerang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), di bawah naungan raksasa properti Agung Sedayu Group (ASG), kembali menunjukkan komitmen seriusnya terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah sekitar. Fokus utama program CSR 2025 ini adalah peningkatan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat yang tinggal di wilayah padat dan sulit dijangkau, serta upaya masif menekan angka stunting atau tengkes.
Langkah terobosan terbaru PIK2 adalah penyaluran motor ambulans untuk Puskesmas Sukawali dan Desa Karang Anyar, serta ambulans roda empat untuk Puskesmas Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Bantuan ini disambut antusias sebagai solusi vital bagi akses kesehatan di area pesisir.
Motor Ambulans, Penyelamat di Gang Sempit
Motor ambulans ini dengan cepat membuktikan kegunaannya di tengah geografis pemukiman padat. Kisah Nurjanah (50), warga Karang Anyar, menjadi saksi betapa berharganya inovasi ini.
“Kalau pakai mobil biasa enggak bisa masuk gang kami. Motor ambulans ini menyelamatkan cucu saya saat demam tinggi,” tutur Nurjanah, menggambarkan bagaimana kendaraan roda dua tersebut menjadi simbol keamanan baru di bidang pelayanan kesehatan.
Pada suatu momen dramatis di Sukawali, motor ambulans dengan sigap menyalakan sirene, melintasi jalan kecil menuju rumah seorang warga, memastikan pertolongan medis cepat dan tanggap bagi mereka yang membutuhkan. Kehadiran motor ambulans ini secara efektif memecahkan masalah klasik akses kendaraan darurat di permukiman padat gang-gang sempit.
Si Melon: Jadi Senjata Melawan Stunting
Tak hanya berfokus pada layanan darurat, program CSR PIK2 juga menyasar akar masalah kesehatan jangka panjang, yakni stunting. Melalui program yang dinamakan Si Melon (Masyarakat sEhat berkaLa menuju zerO stuNting), PIK2 menargetkan penurunan angka stunting atau tengkes.
Program ini menyasar langsung 270 bayi di bawah dua tahun (baduta) dan 140 ibu hamil di desa-desa sekitar. Riska Andini (24), seorang ibu muda dari Rawaboni, mengaku mendapatkan pencerahan dan pendampingan gizi yang sangat berguna.
“Saya baru tahu pentingnya pola makan yang benar. Anak saya beratnya sekarang naik terus. Program ini bikin kami merasa didampingi,” kata Riska, yang rutin mengikuti penyuluhan gizi dari program Si Melon.
Pilar Dukungan yang Komprehensif
Program TJSL PIK2 menegaskan bahwa kesehatan masyarakat tidak berdiri sendiri. Ia membutuhkan dukungan dari pilar-pilar lain untuk menciptakan kehidupan yang aman dan bermartabat.
– Pilar Kesejahteraan: Program bedah rumah menjadi bukti nyata komitmen ini. Sejak 2023, sudah 114 unit rumah yang direnovasi. Kardi (38), warga Desa Muara, mengaku sangat terbantu. “Rumah saya dahulu bocor dan lembap. Setelah direnovasi, anak-anak lebih jarang sakit,” ujarnya.
– Pilar Lingkungan: Pilar ini diwujudkan melalui perbaikan sanitasi lewat pembangunan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Saluran Air Bersih (SAB), seperti yang telah dilakukan di SMPN 2 Kosambi.
– Pilar Ekonomi: Upaya penguatan pendapatan keluarga dilakukan melalui dukungan pada UMKM dan perlindungan terhadap nelayan setempat.
– Pilar Pendidikan: Melalui penyediaan sekolah yang layak dan pembangunan Pojok Literasi, PIK2 berupaya memastikan anak-anak tumbuh lebih sehat dan siap secara mental.
Semua pilar ini bersinergi, mengalir ke satu tujuan akhir: memastikan warga pesisir dapat hidup lebih sehat, aman, dan bermartabat, diiringi janji keberlanjutan dari Agung Sedayu Group.














